spot_img
spot_img
BerandaBaliTujuh Titik di Denpasar Terendam, Pemkot Denpasar Fokus Evakuasi dan Pendataan Korban

Tujuh Titik di Denpasar Terendam, Pemkot Denpasar Fokus Evakuasi dan Pendataan Korban

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Bali pada Selasa malam hingga Rabu, 10 September 2025 menyebabkan sejumlah titik di Kota Denpasar terendam banjir.

Menyikapi kondisi darurat ini, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa turun langsung meninjau lokasi terdampak, didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, jajaran TNI/Polri, serta OPD terkait.

Peninjauan dimulai dari kawasan Tohpati yang tergenang cukup tinggi, kemudian berlanjut ke Pasar Kumbasari dan Jalan Pura Demak, Denpasar Barat. Kehadiran TNI dan Polri juga tampak aktif dalam proses evakuasi warga serta pedagang yang terdampak, khususnya di Pasar Kumbasari.

Baca Juga:  Disperindag Bangli Lakukan Tera Ulang Antisipasi Kecurangan Harga Pokok di Pasar Kidul

Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan pemerintah provinsi bersama Pemkot Denpasar segera mengambil langkah cepat untuk pemulihan.

“Kita lakukan pembersihan kawasan bersama TNI dan Polri agar aktivitas perdagangan bisa segera normal kembali. Data kerugian pedagang sedang dihimpun, dan nanti akan ada skema sharing pendanaan antara Pemprov dan Pemkot Denpasar,” jelasnya.

Walikota Jaya Negara menambahkan bahwa langkah utama pemerintah kota saat ini adalah memastikan keselamatan warga. Posko darurat sudah dibuka di Pasar Kumbasari untuk menampung masyarakat terdampak.

Baca Juga:  Koster-Giri Berkomitmen Bangun Kawasan Sports Center Denpasar untuk Majukan Olahraga Bali

“Pendataan di desa/kelurahan terus dilakukan, baik korban maupun kerugian materiil. Hasil ini akan menjadi dasar pembagian anggaran pemulihan,” ujarnya.

Sedikitnya tujuh titik banjir dilaporkan di Denpasar, yaitu Kesiman Kertalangu, Padangsambian Kaja, Pura Demak, Panjer, Pemogan, Pasar Kumbasari, dan Pasar Badung.

Meluapnya debit Tukad Badung menjadi penyebab utama banjir di kawasan Pasar Kumbasari dan Pasar Badung.

Kondisi darurat juga terjadi di RSUD Wangaya, di mana aliran listrik sempat padam karena genset tidak berfungsi. Walikota menyebut status darurat bencana belum ditetapkan, namun seluruh fokus diarahkan pada evakuasi dan penyelamatan warga.

Baca Juga:  Gagasan Gubernur Koster Wujudkan Indonesia Berdaulat di Bidang Pangan Tidak Impor Beras Diapresiasi Peserta Musrenbangnas

Selain mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dengan peringatan dini BMKG, Walikota Jaya Negara juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu penanganan cepat di lapangan.

“Atas nama Pemkot Denpasar, kami mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, BPBD, dan seluruh relawan. Kami juga memohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat musibah ini,” pungkasnya.(per/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments