UPDATEBALI.com, DENPASAR – Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Bali sejak Selasa malam menimbulkan gangguan serius pada jaringan listrik di beberapa wilayah.
Tiang roboh, gardu listrik terendam, dan kabel putus membuat ribuan pelanggan sempat kehilangan pasokan listrik.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali langsung menurunkan tim darurat untuk mempercepat pemulihan, sambil tetap mengutamakan keselamatan masyarakat dan pekerja.
Hingga Rabu pukul 10.00 WITA, wilayah Bali Selatan menjadi yang paling terdampak, termasuk Denpasar, Sanur, Kuta, dan Tabanan. Proses perbaikan telah mencapai sekitar 40% karena sebagian akses masih terhambat genangan air.
Di sisi lain, Bali Timur, terutama Gianyar, mengalami kerusakan tiang akibat longsor dan banjir, namun pemulihan jaringan hampir selesai dengan tingkat keberhasilan 99%. Wilayah Bali Utara seperti Jembrana, Gilimanuk, dan Singaraja juga terdampak, namun suplai listrik sebagian besar sudah pulih mencapai 98%.
General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat.
“Kami memahami situasi sulit ini, terutama di saat umat Hindu merayakan Hari Raya Pagerwesi. Tim PLN bekerja tanpa henti agar listrik kembali menyala, terutama di fasilitas vital seperti rumah sakit dan bandara, baru kemudian secara bertahap untuk pelanggan lainnya,” ujar Eric Rossi pada Rabu, 10 September 2025.
Sebelumnya, BMKG Bali telah mengeluarkan peringatan dini mengenai hujan lebat disertai petir dan angin kencang di hampir seluruh wilayah Bali. Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk waspada banjir dan longsor. Laporan warga melalui media sosial juga memperlihatkan kondisi banjir yang turut mengganggu pasokan listrik, terutama di Denpasar, Kuta, dan Tabanan.
PLN UID Bali mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap risiko listrik di tengah banjir. Jika air mulai masuk ke rumah, segera matikan listrik melalui kWh meter atau MCB. Hindari menyentuh peralatan listrik dalam kondisi basah, gunakan penerangan darurat yang aman, dan laporkan gangguan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.(yud/ub)





