spot_img
BerandaBisnis & EkonomiTrisno Nugroho: Pertumbuhan Ekonomi Bali Positif, 2023 Kunjungan Wisman Diprediksi Tembus 4...

Trisno Nugroho: Pertumbuhan Ekonomi Bali Positif, 2023 Kunjungan Wisman Diprediksi Tembus 4 Juta

 

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Sepanjang tahun 2022, Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Bali mencatat kunjungan wisatawan ke Bali melonjak signifikan dan tumbuh positif untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Bali. Bahkan tahun 2023 diprakirakan terus meningkat, terutama didorong oleh penyelenggaraan MICE dan event strategis. BI Bali tahun 2023 memprediksikan jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang ke Bali menembus angka 4 juta orang.

{bbbanner}

Penegasan ini disampikan Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho pada pelaksanaan giat Obrolan Santai BI bareng Media (OSBIM) bertajuk “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Bali 2023: Konsistensi, Inovasi dan Sinergi’, di Dapur Alam, Sanur, Denpasar, Kamis (16/2/2023).

Tri Nugroho juga menyebutkan pemulihan kedatangan wisatawan akan terus berlanjut di tahun 2023. Secara umum, semua region menunjukkan pemulihan kedatangan wisatawan mancanegara dimana negara timur tengah menunjukkan progress pemulihan yang paling tinggi dan Asia Pasifik menempati posisi terakhir. 

Dijelaskan pula berdasarkan proyeksi skenario dari UNWTO untuk tahun 2023, kedatangan wisatawan asing berpotensi mencapai 80% – 95% dari level pra-pandemi. Level ini lebih baik dibandingkan tahun 2022 yang pulih sebesar 63% dari level pra pandemi. Namun demikian, capaian ini tergantung dari tingkat pemulihan ekonomi negara, tingkat pemulihan kunjungan wisatawan di Asia Pasifik dan konflik geopolitik Rusia-Ukraina dan faktor-faktor lainnya. 

Pada tahun 2022, lebih dari 900 juta wisatawan melakukan perjalanan internasional (2x lipat dari capaian di tahun 2021), namun masih 37% lebih rendah dari tahun 2019. Semua region menunjukkan peningkatan signifikan kedatangan wisatawan mancanegara di tahun 2022.

Dalam rangka pemulihan kedatawangan wisatawan terdapat beberapa faktor pendorong yang berpotensi akan meningkatkan arus kunjungan global yaitu pelonggaran kebijakan travel di China dan terus menguatnya permintaan di Amerika Serikat. Di sisi lain, masih terdapat tantangan terkait dengan risiko inflasi global, kesehatan dan geopolitik.

“Ke depan, Bali dalam cakupan lebih luas yaitu Balinusra (Bali – NTB – NTT) diharapkan dapat menjadi super hub yang mampu menggabungkan sisi pariwisata (tourism hub), logistik (transshipment hub), dan infrastruktur dengan kawasan lainnya. Implementasi konsep super hub diharapkan dapat mendorong aktivitas pariwisata dan menciptakan multiplier effect terhadap kinerja pariwisata secara keseluruhan,” tegas Tri Nugroho.

Dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi di Bali, Bank Indonesia tetap kosen pada Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM). Hal ini terbukti sepanjang tahun 2022, Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Bali telah membina 53 UMKM Binaan, terbanyak (24) bergerak di bidang usaha yang berorientasi ekspor.

“Sepanjang tahun 2022, BI Bali telah membina sebanyak 53 UMKM, sebanyak 17 UMKM Ketahanan Pangan, 24 UMKM Berorientasi Ekspor dan UMKM Komoditas Unggulan Lokal,” ungkap Trisno Nugroho.

Baca Juga:  Ini Harga OPPO Reno8 T di Indonesia

Jumlah tersebut diakui Trisno masih kurang mengingat banyak UMKM yang ingin menjadi bagian binaan BI Bali.

“Masalahnya tidak hanya memfasilitasi dari segi pembiayaan tetapi juga harus dilakukan pendampingan, minimal 5 bulan karena kami harus melihat perkembangan UMKM bersangkutan, apakah bisa berjalan sesuai yang kami harapkan,” kata Trisno.

Menurut Trisno, tidak mudah membina sebuah UMKM, tidak saja dengan tenaga atau tim pembina yang terbatas, tetapi juga membantu membuka akses pasar dan sebagainya.

Meski begitu, BI Bali tetap konsen melaksanakan program pembinaan terhadap UMKM di Bali karena UMKM telah terbukti menjadi adalah ‘tiang’ perekonomian selama gejolak/krisis ekonomi seperti saat Covid-19 selama lebih dari 2 tahun ini.

Terkait dengan pertumbuhan ekonomi Bali di 2023, Trisno memprediksi ekonomi Bali triwulan I 2023 tumbuh 6,2-7,0 persen yang didorong membaiknya pertumbuhan pariwisata.

“Jika dibandingkan pada triwulan IV 2022 lalu yakni 6,61 persen (yoy), prediksi pertumbuhan tersebut melandai menyusul normalnya kembali jumlah kedatangan wisatawan ke Bali,” sebut Trisno.

Untuk itu, Trisno menambahkan perlu adanya akselerasi untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi Bali, salah satunya dengan proses digitalisasi dalam sistem pembayaran dengan mengimplementasikan KIS (Konsistensi, Inovasi dan Sinergi).

“Proses digitalisasi harus dilakukan secara konsisten agar setiap kekurangan pada sistem pembayaran saat ini dapat segera disempurnakan. Setiap proses digitalisasi harus memiliki suatu inovasi untuk menjadi terobosan dalam menyelesaikan tantangan digitalisasi di daerah dan harus ada sinergi yang baik antara pemerintah daerah, Bank Indonesia dengan BPD Bali,” tutup Trisno Nugroho. 

Baca Juga:  Balittas Malang, Siap Bantu Karangasem Dalam Pembudidyaan Kapas

Sementara itu dalam rangka menekan inflasi, BI Bali juga terus menggenjot operasi pasar bersinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya. Pasalnya operasi pasar ini cukup efektif dalam menahan inflasi dari empat tahun berturut-turut.

“Kita selalu cek tiap minggu dan tiap bulan. Kalau tidak efektif kita info lagi ke Sekda, kita perlu perubahan apa, operasi pasar, atau yang lainnya,” ujar Trisno bersama Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana.

Selain itu, kata Trisno Kpw BI Bali juga menggandeng Perusahaan Daerah (Perusda) yang ada di Bali serta Bulog. Untuk kebutuhan beras, Trisno mengaku sangat aman di Bali. Pasalnya, dirinya telah bekerjasama dengan Bulog dengan penyediaan beras premium dan Perusda Tabanan dengan prosuk beras Pertiwi. 

Dengan sinergi ini, kata Trisno yakin Bali tak akan kena resesi, seperti yang dialami negara-negara lain.  Trisno Nugroho sangat optimis, Bali masih alami pertumbuhan ekonomi yang positif. Hal ini juga didukung dengan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara terus bertambah.

“Kunjungan wisman dan wisnus masih oke. Tidak membayangkan kekhawatiran negatif, pasti positif,” tegasnya. (yan/ub)

 

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments