spot_img
spot_img
BerandaFinansialTransformasi Digital Sektor Keuangan Kian Nyata, OJK Dorong Akses Inklusif bagi Semua

Transformasi Digital Sektor Keuangan Kian Nyata, OJK Dorong Akses Inklusif bagi Semua

UPDATEBALI.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) tetap kuat di tengah dinamika global yang tidak menentu.

Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK Oktober 2025 menilai, ketahanan sistem keuangan nasional terus terjaga dan berperan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Meski ekonomi dunia menunjukkan perlambatan di sejumlah kawasan, Indonesia masih mampu mencatat pertumbuhan ekonomi 5,04 persen (yoy) pada triwulan III 2025. Indeks PMI manufaktur juga tetap berada di zona ekspansi, menandakan aktivitas industri masih bergairah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.163,88 atau naik 15,31 persen sejak awal tahun. Kapitalisasi pasar mencapai Rp15.560 triliun, tertinggi sepanjang sejarah. Sementara rata-rata nilai transaksi harian saham menembus Rp25,06 triliun—rekor baru yang didorong partisipasi investor domestik.

Baca Juga:  Rayakan Hari Kartini, OJK Gandeng Disabilitas Perempuan untuk Wujudkan Konten Edukatif dan Berdaya Guna

Jumlah investor pasar modal kini mencapai 19,18 juta, naik 29 persen dibandingkan tahun lalu. Di sisi lain, bursa karbon Indonesia terus tumbuh dengan total volume transaksi mencapai 1,6 juta tCO2e senilai Rp78,5 miliar.

Penyaluran kredit perbankan tumbuh 7,70 persen menjadi Rp8.162,8 triliun dengan rasio kredit bermasalah (NPL) hanya 2,24 persen. Dana Pihak Ketiga juga meningkat 11,81 persen menjadi Rp9.695,4 triliun. Modal perbankan (CAR) masih tinggi di level 26,15 persen, menandakan perbankan nasional dalam kondisi sehat dan siap menghadapi risiko global.

Di sektor asuransi, aset industri mencapai Rp1.181 triliun dengan tingkat solvabilitas (RBC) jauh di atas ambang batas. Industri dana pensiun pun tumbuh 8,18 persen yoy dengan total aset Rp1.622 triliun.

Baca Juga:  Rp700 Juta Bantuan Lembaga Jasa Keuangan Bali Disalurkan untuk Korban Banjir

OJK juga mencatat kemajuan signifikan di sektor inovasi keuangan digital. Hingga Oktober 2025, terdapat 30 penyelenggara resmi Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) dan 29 entitas berizin di ekosistem aset kripto. Nilai transaksi aset kripto sepanjang tahun mencapai Rp409,56 triliun dengan 18,6 juta pengguna aktif.

Dalam mendorong literasi keuangan, OJK telah menjangkau lebih dari 235 juta peserta melalui program GENCARKAN dan kegiatan edukasi di seluruh provinsi. Layanan pengaduan konsumen melalui Kontak 157 kini beroperasi 24 jam untuk meningkatkan pelindungan masyarakat.

Baca Juga:  OJK Ambil Alih Pengawasan Derivatif Keuangan, Terbitkan POJK Nomor 1 Tahun 2025

Melalui Satgas PASTI, OJK menghentikan lebih dari 1.800 entitas ilegal hingga Oktober 2025, terdiri dari 1.556 pinjaman online ilegal dan 285 investasi bodong.

Sejak awal 2025, sebanyak 530 ribu rekening telah dilaporkan dalam sistem pelaporan kejahatan keuangan (IASC) dengan nilai kerugian Rp7,5 triliun.

OJK menegaskan arah kebijakan ke depan mencakup reformasi sistem pelaporan bank digital (APOLO), penguatan industri pergadaian lewat Roadmap 2025–2030, serta penyusunan taksonomi keuangan berkelanjutan versi terbaru (TKBI 3).

Selain itu, kerja sama dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan lembaga internasional terus diperkuat untuk memastikan sistem keuangan nasional adaptif terhadap perubahan global.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments