spot_img
spot_img
BerandaBaliTP PKK Tabanan Dukung Penuh Gerakan PSBS, Dorong Desa Jadi Garda Terdepan...

TP PKK Tabanan Dukung Penuh Gerakan PSBS, Dorong Desa Jadi Garda Terdepan Pengelolaan Sampah

UPDATEBALI.com, TABANAN – Upaya memperkuat gerakan Bali Bersih terus digencarkan melalui sinergi antara TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK Kabupaten Tabanan.

Ketua TP PKK Provinsi Bali sekaligus Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS), Ny. Putri Suastini Koster, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, memimpin Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) di dua titik kegiatan, yakni di Wantilan Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, dan Wantilan Kantor Camat Kerambitan, Selasa, 7 Oktober 2025.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi lintas tingkat pemerintahan sekaligus mengedukasi masyarakat agar mampu mengelola sampah mulai dari rumah tangga, sekolah, dan tempat kerja.

Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari sumber.

Ia menyoroti bahwa visi Pemerintah Provinsi Bali dengan konsep One Island One Management harus diterapkan secara konsisten hingga ke tingkat kabupaten dan desa.

Baca Juga:  Temui Gubernur Koster, Prof Connie R Bakrie dan Konjen Rusia Sebut Bali Hebat Punya Arak Tradisional yang Dikemas Modern

“Gubernur sudah mengeluarkan kebijakan dan instruksi agar seluruh kabupaten dan kota di Bali menindaklanjuti pengelolaan sampah berbasis sumber di wilayah masing-masing. Pola yang diterapkan harus sama, sehingga satu pulau memiliki manajemen lingkungan yang terintegrasi,” jelasnya.

Ia juga memaparkan cara pengelolaan sampah yang efektif, yakni melalui pemisahan antara sampah organik, anorganik, dan residu. Sampah organik basah diolah melalui komposter, sedangkan sampah kering melalui teba modern.

Sementara itu, sampah anorganik dikelola dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) di TPS 3R, dan residu dikirim ke TPST.

Lebih lanjut, Putri Koster menekankan bahwa setiap desa harus mampu menyelesaikan masalah sampah secara mandiri.

“Desa akan bersih jika yang menghasilkan sampah bisa menyelesaikannya di rumah, sekolah, dan tempat kerja masing-masing. Kemandirian desa menjadi kunci keberhasilan PSBS,” tegasnya.

Baca Juga:  Meningitis Merebak di Buleleng, Distan Lakukan Pencegahan Lewat KIE

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menilai kegiatan sosialisasi tersebut menjadi penguatan penting bagi edukasi masyarakat.

“Terima kasih atas ilmu dan arahan yang luar biasa dari Ibu Putri Koster. Saya berharap sosialisasi ini tidak berhenti di sini, tetapi benar-benar diimplementasikan oleh masyarakat mulai dari rumah tangga dan lingkungan sekitar,” ucapnya.

Bunda Rai juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan keberhasilan PSBS, terutama dukungan kepala desa dan perangkat di tingkat bawah.

“Kepala desa punya peran penting dalam mendorong warganya. Dukungan pemerintah desa dan desa adat sangat menentukan keberhasilan gerakan ini,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Rai Wahyuni juga mendorong pembentukan struktur Duta PSBS hingga ke tingkat kecamatan dan desa, agar gerakan ini memiliki daya jangkau yang luas.

Baca Juga:  Jelang PKB Bali 2024, Disbud Buleleng Siapkan 9 Pagelaran Seni Terbaik

“Saya berharap ibu-ibu camat segera dibuatkan SK sebagai Duta PSBS di tingkat kecamatan, begitu juga di desa. Setelah itu, lanjutkan dengan sosialisasi aktif agar gerakan ini semakin membudaya,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, program PSBS Kabupaten Tabanan telah resmi dikukuhkan melalui SK Bupati, difasilitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Tahun ini, TP PKK Tabanan juga melaksanakan kegiatan Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi, membagikan 2.000 pelubang dan penutup biopori di seluruh kecamatan, serta membangun teba modern di beberapa kantor dan sekolah.

Kolaborasi erat antara TP PKK Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan ini menegaskan komitmen nyata dalam mewujudkan Bali Bersih, Sehat, dan Berbudaya.

Dengan sinergi yang berkesinambungan, gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber diharapkan tidak hanya menjadi program, tetapi menjadi gaya hidup masyarakat Bali.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments