UPDATEBALI.com, BADUNG – Pentingnya deteksi dini dalam menemukan kanker payudara pada stadium awal serta menentukan pengobatan yang tepat menjadi fokus utama dalam perhelatan Indonesia International Cancer Conference (IICC) 2024, yang digelar untuk pertama kalinya di Bali yang berlangsung 3-5 Oktober 2024 di BNDCC, Nusa Dua, Badung-Bali.
Acara ini, yang mendapat dukungan dari berbagai asosiasi internasional dan nasional, menarik perhatian ribuan dokter dari seluruh dunia. Deteksi dini kanker payudara merupakan bagian dari Strategi Nasional Penanggulangan Kanker Payudara Indonesia yang dirancang oleh Kementerian Kesehatan RI, dengan target utama meningkatkan deteksi dini, diagnosis awal, serta akses cepat ke pengobatan.

Berdasarkan data Globocan 2022, kasus kanker payudara di Indonesia mencapai 66.271 kasus baru, atau 16,2% dari total kasus kanker baru, dengan jumlah kematian mencapai lebih dari 22.598 kasus. Namun, hanya 5% perempuan Indonesia yang mengetahui pentingnya pemeriksaan dini seperti ultrasonografi dan mamografi. Menurut laporan ACS Journal, sekitar 25% perempuan yang berusia 40 tahun ke atas belum melakukan pemeriksaan dalam dua tahun terakhir, sementara 40% perempuan berpenghasilan rendah belum pernah melakukan mammogram.
Ketua Scientific IICC dan Spesialis Onkologi Radiasi, Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, Sp.Onk.Rad (K), menyatakan bahwa kebanyakan pasien yang diterapi berada dalam stadium lanjut.
“Deteksi dini dapat meningkatkan keberhasilan penanganan hingga 43%, jika pasien rutin memeriksakan diri dan menghindari faktor risiko kanker,” ujar Soehartati.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan keahlian tenaga kesehatan dalam deteksi dini serta pengoperasian teknologi terkini.
Acara ini diadakan untuk mendukung transformasi sistem kesehatan, terutama dalam meningkatkan akses ke perawatan kesehatan berkualitas. Dalam IICC 2024, para peserta bisa mengikuti seminar, simposium, dan workshop, termasuk Breast Screening Workshop yang difasilitasi oleh GE Healthcare, serta pemeriksaan payudara secara gratis untuk peserta.
Sementara itu, Matt Jones, Ultrasound General Manager GE HealthCare ASEAN Korea ANZ, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi kesehatan Indonesia. GE HealthCare menggelar kampanye global “Don’t Skip”, mengajak perempuan untuk tidak melewatkan deteksi dini kanker payudara, sejalan dengan semangat Pink October, bulan kesadaran kanker payudara.
“Melalui IICC 2024, diharapkan semakin banyak perempuan Indonesia yang menyadari pentingnya deteksi dini, serta upaya berkelanjutan dalam meningkatkan akses dan kualitas perawatan kesehatan kanker payudara di Indonesia,” harapnya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Radiologi Konsultan Payudara dan Reproduksi Perempuan, RS Kanker Dharmais, dr Kardinah, SpRad PRP(K) mengatakan, “Deteksi dini sangat penting, sebab apabila kanker payudara dapat dideteksi pada stadium dini dan diterapi secara tepat maka tingkat kesembuhan cukup tinggi (80-90%). Menurut American Cancer Society, SADARI sebaiknya dilakukan setiap kali selesai menstruasi (hari ke-10) dan dapat dilakukan setiap bulan sejak usia 20 tahun. Sedangkan pemeriksaan dengan USG dan mammografi dapat dilakukan setiap satu – dua tahun sekali pada perempuan mulai usia 40 tahun.
“Oleh karena itu, bagi perempuan Indonesia jangan lewatkan deteksi dini dengan SADARI, SADANIS di fasilitas kesehatan terdekat. Ikuti rekomendasi dokter untuk melakukan Mammografi bagi Anda yang berusia diatas 40 tahun,” ajaknya.
Pada acara tersebut, dr Kardinah, SpRad, PRP(K) juga akan mensosialiasasikan Guideline Mamografi, yaitu panduan bagi para dokter radiologi untuk menggunakan mamografi. Sosialisasi ini untuk mendukung upaya Kementerian Kesehatan RI yang akan membagikan lebih dari 300 alat mamografi ke rumah sakit di Indonesia, sehingga kemampuan para dokter radiologi dalam menggunakan dan membaca hasil radiologi perlu disiapkan.
dr Kardinah menambahkan, GE HealthCare adalah perusahaan internasional terkemuka di bidang teknologi medis, diagnostik farmasi, dan solusi digital, yang turut berkontribusi dalam acara IICC 2024, berkomitmen mendukung transformasi kesehatan Kementerian Kesehatan RI khususnya pilar 3, transformasi sistem ketahanan kesehatan, dan pilar 5, transformasi SDM kesehatan. Upaya ini juga mendukung salah satu pilar Sustainable Development Goals (SDG). (den/ub)





