Tim SAR Mataram temukan pemancing yang tenggelam di Pantai Semeti

0
127

UPDATEBALI.com, Praya, Lombok Tengah – Tim SAR Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama aparat gabungan TNI-Polri telah menemukan pemancing, Jumri (50) asal Jakarta, yang tenggelam di Pantai Semeti, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia yang tidak jauh dari tempat kejadian dan telah dievakuasi langsung ke Rumah Sakit Praya, Lombok Tengah,” kata Kepala Kantor SAR Mataram Nanang Sigit PH, di Praya, Senin.

Baca Juga:  Tangkal Inflasi, BI Bali Serahkan 3000 Bibit Cabai kepada 4 Komunitas di Kota Denpasar

Peristiwa yang menimpa karyawan salah satu vila di Desa Selong Belanak tersebut bermula saat korban pergi mancing ikan bersama temannya pada hari Minggu (25/9). Namun, korban memancing dengan lokasi berbeda di kawasan Pantai Semeti dan sempat diingatkan oleh temannya agar tidak memancing terlalu jauh.

“Saat sedang memancing, tiba-tiba korban terjatuh dan terseret ombak, sehingga tenggelam,” katanya pula.

Baca Juga:  Wabup Ipat Hadiri Pengabenan Kolektif Desa Adat Tegal Cangkring

Saat korban terjatuh sempat berteriak meminta tolong, namun korban tidak bisa diselamatkan, sehingga tenggelam terbawa arus ombak.

“Korban sempat teriak meminta tolong,” katanya lagi.

Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat atas peristiwa tersebut, Kantor SAR Mataram menerjunkan tim Rescue Pos Unit Siaga SAR Kuta Mandalika untuk melakukan pencarian bersama unsur dari TNI, Polri, masyarakat setempat, dan lainnya. Setelah dilakukan pencarian, akhirnya korban ditemukan di pesisir pantai pada pencarian hari kedua.

Baca Juga:  Nekat Jual Delapan Mobil Sewaan, Polisi Tangkap Ibu Rumah Tangga

“Korban ditemukan sekitar 100 meter arah barat dari lokasi kejadian,” katanya.

Sebelumnya, ada 6 personel SAR dari Pos Unit Siaga SAR Kute Mandalika dengan peralatan life jacket, ring buoy, rubber boat, RIB (rigid inflatable boat), dan peralatan SAR pendukung lainnya untuk melakukan pencarian terhadap korban dengan menggunakan peralatan SAR. Pencarian terkendala cuaca buruk, sehingga sempat dihentikan dan dilanjutkan Senin ini. (ub/antara)