
UPDATEBALI.com, DENPASAR – Memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2026, The Meru Sanur bersama Bali Beach Hotel, The Heritage Collection menggelar aksi penanaman pohon di kawasan Ethnobotanical Garden, yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan The Sanur.
Kegiatan ini mengusung filosofi Panca Maha Bhuta, yakni lima unsur pembentuk alam semesta yang meliputi tanah, air, api, udara, dan ruang. Konsep tersebut diwujudkan melalui penanaman berbagai jenis tanaman yang merepresentasikan keseimbangan alam sekaligus kehidupan manusia.
Aksi lingkungan ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian terhadap alam, tetapi juga bagian dari upaya berkelanjutan dalam menekan emisi karbon. Salah satunya melalui penggunaan dry amenities ramah lingkungan di kamar hotel yang berkontribusi pada pengurangan emisi.
Kegiatan tersebut turut melibatkan The Heritage Associates, yakni para karyawan senior yang telah mengabdi sejak era Grand Inna Bali Beach. Kehadiran mereka menjadi simbol kesinambungan antara warisan masa lalu dan komitmen keberlanjutan di masa kini.
Vice President Operations & Customer Relations, Caitie Younghwa Lee, mengatakan bahwa peringatan Hari Bumi kali ini bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Pada Hari Bumi ini, kami tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam fondasi ekosistem hidup yang mencerminkan komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan dan kesejahteraan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan General Manager, Ed Brea, yang menilai kegiatan ini sejalan dengan visi menghadirkan destinasi yang tidak hanya berfokus pada layanan, tetapi juga pelestarian lingkungan dan budaya Bali.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 30 jenis tanaman ditanam dengan melibatkan kurang lebih 50 karyawan. Kawasan Ethnobotanical Garden sendiri memiliki luas sekitar 5 hektare atau lebih dari 10 persen dari total area KEK The Sanur yang mencapai 41 hektare.
Director of Marketing Communications, Melody Siagian, menjelaskan bahwa taman ini nantinya akan dikembangkan sebagai ruang edukasi sekaligus wellness area yang memanfaatkan ratusan tanaman obat.
“Ke depan, tanaman-tanaman ini akan dimanfaatkan untuk kebutuhan spa dan restoran, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi tamu terkait kekayaan tanaman herbal Indonesia,” jelasnya.
Selain penanaman pohon, The Meru Sanur juga menerima sertifikat pengurangan emisi karbon tahun 2025 dari GUAVA International. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan hotel dalam menekan emisi karbon sebesar 20 kilogram CO2e melalui optimalisasi fasilitas ramah lingkungan.
Proses verifikasi atas capaian tersebut dilakukan oleh KPMG guna memastikan pengukuran emisi dilakukan secara transparan dan sesuai standar internasional.
Melalui rangkaian kegiatan ini, The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel menegaskan komitmennya sebagai destinasi wellness yang tidak hanya mengedepankan pengalaman tamu, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dan pelestarian budaya lokal.(den/ub)


