Survei: Kebutuhan pembiayaan korporasi terindikasi meningkat

0
213

UPDATEBALI.com, Jakarta – Hasil survei permintaan dan penawaran pembiayaan perbankan yang dilakukan Bank Indonesia mengindikasikan kebutuhan pembiayaan korporasi meningkat pada September dibandingkan bulan sebelumnya.

“Hal itu terindikasi dari saldo bersih tertimbang1 (SBT) sebesar 11,1 persen, lebih tinggi dari SBT Agustus 2021 sebesar 0,9 persen,� kata Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Muhamad Nur dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Baca Juga:  JXB adakan Creative Teaser di Taman Dukuh Atas

Ia menyampaikan sejumlah sektor seperti pertanian, industri pengolahan, dan pertambangan terindikasi memiliki kebutuhan pembiayaan yang meningkat pada September dibandingkan bulan sebelumnya terutama digunakan untuk mendukung aktivitas operasional, pemulihan domestik, serta membayar kewajiban yang jatuh tempo.

“Responden menyatakan sebagian besar sumber pembiayaan berasal dari dana sendiri, pinjaman perbankan dalam negeri, dan pinjaman dari perusahaan induk yang terindikasi meningkat,� jelasnya.

Baca Juga:  Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali Juarai Kompetisi Aerobik Tingkat ASEAN

Hasil survei juga mengindikasikan permintaan pembiayaan baru oleh rumah tangga pada September 2021 masih terbatas, meski sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Bank umum masih menjadi preferensi sumber utama penambahan pembiayaan responden rumah tangga, dengan jenis pembiayaan yang diajukan mayoritas berupa kredit multi guna.

Kemudian dari sisi penawaran perbankan, penyaluran kredit baru pada September 2021 terindikasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan kelompok bank, meningkatnya pertumbuhan penyaluran kredit baru pada September 2021 diprakirakan terjadi pada seluruh kategori bank.

Baca Juga:  Yahoo Hentikan Izin Akses Layanan di China

Peningkatan penyaluran kredit baru pada September 2021 terutama didorong oleh jenis penggunaan kredit modal kerja. Sementara itu untuk keseluruhan periode triwulan III 2021, penyaluran kredit baru juga diprakirakan tumbuh, meski tidak setinggi pertumbuhan triwulan sebelumnya. (updatebali/antara)