UPDATEBALI.com, JAKARTA – Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyimpulkan dalam rapat bulanan terbaru mereka bahwa sektor jasa keuangan Indonesia tetap stabil, memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Pertemuan pada 27 Maret 2024 mengulas kondisi terkini sektor keuangan baik domestik maupun global.
Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi, Aman Santosa menjelaskan, menurut laporan yang dirilis, stabilitas sektor keuangan nasional tetap terjaga berkat kinerja intermediasi yang kontributif. Likuiditas yang memadai dan tingkat permodalan yang kuat menjadi pendorong utama stabilitas ini. Namun, OJK juga mengingatkan bahwa perkembangan geopolitik global masih menjadi fokus perhatian, terutama dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan Ukraina.
Di tengah kondisi global yang kondusif, OJK mencatat bahwa ekonomi Amerika Serikat menunjukkan kinerja solid dan di atas ekspektasi. Revisi ke atas pertumbuhan ekonomi AS oleh Federal Reserve pada pertemuan Maret 2024 mencerminkan optimisme, namun, kebijakan penurunan suku bunga tetap dipertahankan untuk mendukung pertumbuhan. Langkah serupa juga diambil oleh bank sentral lainnya di dunia seperti ECB dan Bank of England, yang mengisyaratkan potensi penurunan suku bunga.
“Di sisi domestik, meskipun terjadi peningkatan inflasi akibat kenaikan harga pangan, inflasi inti tetap stabil. Hal ini dianggap sebagai indikasi positif terhadap pemulihan permintaan ke depan. Selain itu, peningkatan impor barang konsumsi dan kinerja sektor manufaktur yang membaik juga menjadi pertanda positif bagi ekonomi dalam negeri,” ucapnya pada 3Â April 2024.
Aman Santosa juga memaparkan, Pasar modal Indonesia juga mengalami tren penguatan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terus menguat seiring dengan nilai kapitalisasi pasar yang meningkat. Namun demikian, pasar obligasi mencatatkan kenaikan yield dan terjadi penurunan pada nilai aset di industri pengelolaan investasi.
Industri perbankan Indonesia tetap menunjukkan kestabilan dan ketahanan yang baik, didukung oleh tingkat profitabilitas dan permodalan yang tinggi. Meskipun kondisi global yang masih tidak pasti, sektor keuangan Indonesia diharapkan tetap mampu memberikan kontribusi yang positif bagi pertumbuhan ekonomi.
“OJK juga aktif dalam upaya edukasi keuangan dan pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan, dengan melaksanakan berbagai kegiatan edukasi dan forum diskusi guna meningkatkan kesadaran dan perlindungan konsumen,” ungkapnya.
Dengan semua upaya ini, OJK dan stakeholder terkait berkomitmen untuk menjaga stabilitas sektor keuangan serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia.(yud/ub)





