
UPDATEBALI.com, BADUNG – Upaya memperkuat pendidikan vokasi agar semakin dekat dengan kebutuhan industri terus dilakukan SMK PGRI 2 Badung. Sekolah tersebut resmi membuka Pos AHASS/Teaching Factory (TEFA) otomotif di Banjar Dukuh Moncos, Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Badung, Jumat (25/9/2026).
Fasilitas ini dikembangkan melalui kolaborasi SMK PGRI 2 Badung dengan Astra Motor Bali sebagai mitra industri. Kehadirannya tidak hanya ditujukan sebagai tempat praktik siswa, tetapi juga sebagai sarana pelayanan perawatan sepeda motor bagi masyarakat sekitar.
Kepala SMK PGRI 2 Badung, Drs. I Gusti Ketut Sukadana, M.Pd., mengatakan pengembangan fasilitas tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih nyata kepada siswa.
Menurutnya, selama ini siswa membutuhkan fasilitas praktik yang mampu menampung kegiatan pembelajaran otomotif. Dengan adanya Pos AHASS, proses pembelajaran dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih mendekati kondisi dunia kerja.
“Kami ingin memberikan pelayanan maksimal tentang perawatan sepeda motor kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di Kecamatan Mengwi,” ujar Sukadana.
Ia menjelaskan, SMK PGRI 2 Badung saat ini memiliki sekitar 370 siswa. Untuk mendukung pembelajaran otomotif, sekolah telah memiliki fasilitas praktik yang digunakan siswa. Namun, keberadaan TEFA membuka ruang yang lebih luas karena fasilitas tersebut juga diarahkan untuk melayani masyarakat.
Sukadana berharap keberadaan Pos AHASS dapat menjadi ruang kolaborasi antara sekolah, industri dan masyarakat.
Camat Mengwi, I Nyoman Suhartana, SSTP., MM, mengapresiasi langkah SMK PGRI 2 Badung menghadirkan fasilitas tersebut.
Menurutnya, pendidikan vokasi harus mampu mengikuti perkembangan dunia usaha dan dunia kerja yang terus berubah. Karena itu, siswa perlu mendapatkan pengalaman yang tidak hanya bersifat teoritis.
“Ini merupakan salah satu jawaban atas tantangan yang ada saat ini, terutama di dunia usaha dan dunia kerja yang begitu dinamis,” kata Suhartana.
Ia menilai keberadaan bengkel TEFA memberikan kesempatan kepada siswa untuk merasakan suasana kerja yang sesungguhnya. Selain kemampuan teknis, siswa juga dapat belajar berkomunikasi dengan pelanggan, memahami prosedur pelayanan dan membangun karakter ketika berhadapan langsung dengan masyarakat.
Suhartana juga menyatakan dukungan Kecamatan Mengwi terhadap keberadaan fasilitas tersebut. Bahkan, ia membuka peluang pemanfaatan layanan bengkel untuk kendaraan operasional pemerintah di wilayah Mengwi dengan tetap mengikuti ketentuan administrasi yang berlaku.
Sementara itu, I Gusti Ngurah Dharma Palguna, ST., selaku Manager Technical Service Department (TSD) Astra Motor Bali, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk dukungan industri terhadap pengembangan pendidikan vokasi.
Ia menjelaskan, Teaching Factory memungkinkan proses pembelajaran di sekolah mengadopsi pola dan standar yang diterapkan di industri.
“Teaching factory ini memiliki konsep bisnis, pelatihan dan pembelajaran bisnis untuk adik-adik kita di sekolah,” ujarnya.
Menurut Dharma, keberadaan fasilitas tersebut juga memberikan keuntungan bagi siswa karena mereka tidak harus selalu mencari lokasi praktik di luar sekolah.
Siswa dapat melakukan praktik di fasilitas yang telah dikembangkan bersama mitra industri sekaligus memperoleh pengalaman mengenai proses pelayanan kendaraan.
“Sekarang adik-adik tidak usah jauh-jauh. Adik-adik sekolah sudah memiliki bengkel resmi sendiri yang sudah kami sertifikasi,” katanya.
Koordinator Kurikulum dan Pembelajaran SMK Disdikpora Bali, I Gede Agus Rai, S.Sn., M.Sn., mengapresiasi keberadaan TEFA otomotif di SMK PGRI 2 Badung.
Ia menyampaikan, keberadaan TEFA tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengembangan pendidikan vokasi yang melibatkan dunia industri.
Menurut Agus Rai, kerja sama antara sekolah dan industri menjadi penting karena perkembangan dunia industri berlangsung sangat cepat. Kondisi tersebut menuntut sekolah untuk menyiapkan siswa dengan kompetensi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.
“Industri, dinamika pergerakan kita sekarang sudah sangat cepat dan membutuhkan kesiapan dari adik-adik kita semua. Dari bapak ibu guru, yang dibutuhkan adalah kolaborasi,” ujarnya.
Selain praktik, kolaborasi tersebut juga diarahkan pada pelatihan, edukasi dan sertifikasi. Harapannya, ketika menyelesaikan pendidikan, siswa memiliki kompetensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri.
Peresmian Pos AHASS ini turut diisi dengan penandatanganan kerja sama serta peninjauan fasilitas bengkel. Dalam rundown kegiatan, peresmian dan peninjauan fasilitas berlangsung setelah agenda penandatanganan kerja sama.
Dengan hadirnya TEFA, SMK PGRI 2 Badung ingin membangun pola pendidikan yang mempertemukan pembelajaran, kebutuhan industri dan pelayanan masyarakat dalam satu fasilitas.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga pengalaman praktik dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara SMK PGRI 2 Badung dengan Bali Waste Management Training Centre, prosesi peresmian, serta peninjauan fasilitas bengkel AHASS SMK PGRI 2 Badung. (yud/updatebali)


