spot_img
spot_img
BerandaBaliSinga Kren Festival 2026, Panggung Kolaborasi Budaya dari Tradisional hingga Modern

Singa Kren Festival 2026, Panggung Kolaborasi Budaya dari Tradisional hingga Modern

UPDATEBALI.comBULELENG – Pemerintah Kecamatan Buleleng memperkenalkan gelaran perdana Singaraja Kreativitas Seni Festival atau Singa Kren Festival melalui jumpa pers yang digelar di Jalan Teleng, Singaraja, Selasa 5 Mei 2026 2026.

Festival ini mengusung tema Purwaning Sastrotsawa Pragati yang menekankan nilai budaya, tradisi, dan filosofi sebagai dasar kemajuan.

Camat Buleleng Putu Gopi Suparnaca menjelaskan bahwa nama Singa Kren memiliki makna khusus yang berkaitan dengan identitas daerah. “Singa” merujuk pada Singaraja, sementara “Kren” merupakan akronim dari Kreativitas Seni.

“Jadi potensi-potensi kreativitas seni yang unggul. Oleh sebab itu, namanya Kren, festival perdana kali. Itu latar belakang sejarah kenapa kami harus mengangkat nama itu,” ujar Putu Gopi Suparnaca.

Baca Juga:  FIB Unud Terima Kunjungan Dubes China untuk ASEAN pada Program CACI

Ia menambahkan, festival ini menjadi implementasi semangat “Singaraja Kren Buleleng Paten” dengan menghadirkan ruang kolaborasi lintas budaya yang telah lama tumbuh di Buleleng. Mulai dari seni tradisional Bali, akulturasi budaya Tionghoa, Muslim, hingga pengaruh Buddha, serta seni modern dan produk UMKM akan ditampilkan dalam satu panggung.

Tema Purwaning Sastrotsawa Pragati dinilai memiliki makna mendalam sebagai representasi nilai budaya dan filosofi yang menjadi fondasi pembangunan daerah.

“Ada kandungan nilai budaya, ada kandungan tradisi yang terpelihara, terlestari hingga kini. Dan itu juga bermakna pada kandungan filsafat dari kreativitas seni. Kemudian dari nilai budaya, tradisi, dan kandungan filsafat penuh arti ini cikal bakal kemajuan pemerintah Kabupaten Buleleng,” paparnya.

Baca Juga:  Meriahkan HUT RI ke-78, Perangkat Daerah Pemkab Tabanan Antusias Menghias Gapura dan Kantor

Beragam kegiatan akan memeriahkan festival ini, seperti pertunjukan seni tari, musik modern, pameran layanan publik, pameran UMKM dan kuliner tradisional, hingga kegiatan rekreatif seperti Fun Run, Zumba Party, lomba karaoke, dan fashion show.

Salah satu daya tarik utama adalah pertunjukan kolosal yang melibatkan ratusan seniman. Ketua Sanggar Suara Mustika I Gusti Ngurah Eka Prasetya menyebutkan pihaknya akan menampilkan kolaborasi lintas etnis dengan pendekatan musikal yang unik menggunakan gamelan gong kebyar.

“Keunikannya ada di sini, karena biasanya garapan-garapan yang memunculkan beberapa macam etnis itu biasanya memiliki karakter musik yang berbeda-beda. Namun sekarang kami mencoba memeras otak dengan mempergunakan perangkat gong kebyar untuk mengiringi sekian etnis dengan melodi baik pentatonis maupun diatonis,” jelas seniman yang akrab disapa Gus Eka itu.

Baca Juga:  Bali Fine Craft Ajak UMKM Lain untuk Produksi Kerajinan yang Eco Friendly

Pertunjukan tersebut melibatkan lebih dari 550 orang, mulai dari penari anak-anak hingga dewasa, serta penabuh gamelan yang menyatu dalam konsep kolosal. Pengemasan acara juga dirancang berbeda, termasuk dalam prosesi penyambutan tamu kehormatan.

Melalui penyelenggaraan ini, Singa Kren Festival diharapkan menjadi momentum untuk menjaga keberlanjutan seni budaya sekaligus mendorong kemajuan daerah melalui kreativitas dan kolaborasi lintas budaya.(adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments