spot_img
spot_img
BerandaBaliSemangat Bulan Bung Karno, Bupati Sutjidra Serahkan Rumah Layak Huni untuk Warga...

Semangat Bulan Bung Karno, Bupati Sutjidra Serahkan Rumah Layak Huni untuk Warga Disabilitas Korban Banjir

UPDATEBALI.com, BULELENG – Semangat gotong royong yang menjadi ruh Bulan Bung Karno diwujudkan melalui aksi nyata membantu masyarakat yang membutuhkan.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menyerahkan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Juliadnyana, warga disabilitas di Kampung Anyar yang rumahnya mengalami kerusakan akibat banjir.

Penyerahan kunci rumah hasil rehabilitasi dilakukan secara langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati didampingi Camat Buleleng, jajaran Kelurahan Kampung Anyar, Ketua Buleleng Social Community, para donatur, serta tokoh masyarakat setempat.

Program rehabilitasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Buleleng, Kelurahan Kampung Anyar, Kecamatan Buleleng, dan komunitas sosial Buleleng Social Community (BSC) yang bergotong royong mewujudkan hunian yang lebih layak bagi warga.

Baca Juga:  Umat Hindu Transmigran di Desa Lalosingi, Sulawesi Tenggara Gotong Royong Membangun Sekolah Hindu

Dalam kesempatan itu, Bupati I Nyoman Sutjidra menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan respons cepat yang ditunjukkan Buleleng Social Community dalam membantu renovasi rumah Juliadnyana. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mempercepat pengentasan rumah tidak layak huni di Kabupaten Buleleng.

“Terima kasih atas kepedulian yang terus diberikan, tidak hanya di sini. Ke depan masih banyak tempat lain yang juga membutuhkan. Dengan begitu kita bisa mengentaskan dan mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Buleleng,” ujar Bupati Sutjidra.

Baca Juga:  Warga dan Pemkot Denpasar Kompak Bersihkan Kota, Ekonomi Diharapkan Segera Pulih

Ia menambahkan, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran untuk merehabilitasi lebih dari 400 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Buleleng. Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun ini guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sementara itu, Ketua Buleleng Social Community, Kadek Eka Tirtayana, menjelaskan proses rehabilitasi rumah Juliadnyana bermula dari informasi yang diterima dari pihak kelurahan dan kecamatan. Selanjutnya, BSC menghimpun dukungan dana dari para donatur, sementara pemerintah daerah turut membantu dalam proses pembangunan.

Menurutnya, pengerjaan rumah berlangsung selama kurang lebih dua bulan dengan total biaya mencapai Rp28 juta. Dana tersebut digunakan untuk proses pembongkaran, pembersihan lokasi, hingga pembangunan kembali rumah yang lebih layak huni.

Baca Juga:  Kasus Persetubuhan Anak di Sawan, Polisi Segera Panggil Terlapor

“Kami menggunakan dua tukang profesional yang kami bayar. Sisanya setiap hari Jumat, teman-teman kecamatan, Babinsa, Babinkamtibmas, dan kelurahan bergotong royong bersama,” jelasnya.

Keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam proses pembangunan menjadi cerminan kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga di Buleleng. Dukungan para donatur, aparatur pemerintah, TNI, Polri, hingga masyarakat sekitar berhasil mempercepat proses rehabilitasi rumah warga yang membutuhkan.

Melalui semangat Bulan Bung Karno, sinergi antara pemerintah, komunitas sosial, dan masyarakat diharapkan terus tumbuh sehingga semakin banyak warga yang dapat menikmati hunian yang layak, aman, dan bermartabat. (adv/gb)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments