Selama 75 Hari ke Depan, Bawaslu Buleleng Minta Jajaran untuk Siap Siaga dalam Pengawasan Kampanye

0
197
Bawaslu Kabupaten Buleleng gelar Apel Siaga Pengawasan Tahapan Kampanye Pemilu Tahun 2024 dalam rangka persiapan pelaksanaan Pengawasan Tahapan Kampanye Pemilu Tahun 2024. Sumber foto: Kominfosanti Buleleng

UPDATEBALI.com, BULELENG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Buleleng menggelar Apel Siaga Pengawasan Tahapan Kampanye Pemilu Tahun 2024 dalam rangka persiapan pelaksanaan Pengawasan Tahapan Kampanye Pemilu Tahun 2024 dan memastikan kesiapan jajaran Pengawas Pemilu se-Kabupaten Buleleng dalam pencegahan dan penindakan pelanggaran ditahapan kampanye bertempat di Lapangan Ngurah Rai Singaraja, Selasa 28 November 2023.

Dihadapan tamu undangan dan peserta apel dari Bawaslu Provinsi Bali, Forkopimda Buleleng, perwakilan SKPD terkait lingkup Pemkab. Buleleng serta jajaran Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD) pemilu se-Kabupaten Buleleng, Ketua Bawaslu Buleleng I Kadek Carna Wirata selaku inspektur upacara menyampaikan bahwa hari ini adalah awal dimulainya masa kampanye pemilu 2024. Untuk itu pihaknya meminta kepada jajaran pengawas pemilu di Kabupaten Buleleng agar bersiap dan siaga melakukan pengawasan selama 75 hari ke depan.

Baca Juga:  Diskominfosanti Buleleng Atasi 18 TPS yang Alami Blank Spot

“Dimasa ini pengawas pemilu sangat penting keberadaannya untuk memastikan seluruh tahapan kampanye sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Itu yang menjadi tujuan kita sekarang” tegasnya.

Kadek Carna menyebut bahwa hari ini sudah ada peserta pemilu yang melakukan kampanye dibeberapa desa sehingga PKD harus sudah siap siaga melakukan pengawasan. Pihaknya berharap agar seluruh pengawas baik di kecamatan maupun di kelurahan/desa harus siap melakukan tahapan pengawasan saat kampanye berlangsung.

Baca Juga:  Erick Thohir Dukung Pemulihan Pariwisata Bali

Ditekankam pula kepada jajaran pengawas untuk mempertahankan integritas dan netralitas sebagai penyelenggara pemilu. Jangan sampai jajaran pengawas melakukan tindakan yang tidak netral, hal itu didasari karena pekerjaan sebagai pengawas dinilai sangat mulia demi lancarnya proses pemilu nanti.

“Saya ingatkan kepada seluruh pengawas bahwa integritas dan netralitas adalah kunci keberhasilan kita melakukan pengawasan pemilu,” pungkasnya. (adv/ub)