UPDATEBALI.com, GIANYAR – Pemerintah Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, bersama berbagai mitra lintas sektor resmi meluncurkan Sekolah Lansia Sarwa Werdha Sukha, Jumat, 10 Juli 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup lanjut usia melalui pendidikan nonformal agar tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat.
Peluncuran sekolah lansia tersebut dihadiri sekaligus diresmikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih. Sebanyak 25 peserta mengikuti angkatan perdana Sekolah Lansia yang dirancang sebagai wadah pembelajaran sepanjang hayat bagi warga lanjut usia.
Dalam sambutannya, Ni Luh Gede Sukardiasih mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar, Pemerintah Desa Taro, desa adat, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menghadirkan program tersebut. Menurutnya, Sekolah Lansia menjadi salah satu langkah strategis untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Bali.
“Sekolah Lansia bukan sekadar seremoni, melainkan strategi penting untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi aging population. Saya berharap program ini berjalan secara berkelanjutan melalui kurikulum yang baik, pertemuan rutin, penguatan Tujuh Dimensi Lansia Tangguh, serta sinergi dengan Bina Keluarga Lansia dan layanan kesehatan. Mari kita jadikan Desa Taro sebagai contoh desa ramah lansia yang siap menghadapi masa depan demografi,” ujarnya.
Sementara itu, Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, mengatakan kehadiran Sekolah Lansia merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan para lansia agar tetap berdaya di tengah perubahan struktur penduduk.
Ia berharap dukungan dari BKKBN Provinsi Bali beserta seluruh mitra dapat memperkuat penyelenggaraan Sekolah Lansia sebagai ruang belajar yang berkelanjutan bagi masyarakat lanjut usia di Desa Taro.
Dengan diresmikannya Sekolah Lansia Sarwa Werdha Sukha, Desa Taro kini memiliki sekolah lansia ke-28 di Kabupaten Gianyar dan menjadi sekolah lansia ke-60 di Provinsi Bali. Capaian ini sekaligus memperluas akses pendidikan nonformal bagi lansia sebagai bagian dari persiapan menuju masyarakat menua (ageing society).
Selain peresmian, kegiatan juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, penyuluh keluarga berencana (PLKB), kader, hingga masyarakat dalam mengembangkan program kelanjutusiaan secara berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup lansia, memperkuat peran keluarga dalam pendampingan, sekaligus mendorong desa-desa lain di Kabupaten Gianyar mengembangkan program serupa.
Peluncuran Sekolah Lansia Sarwa Werdha Sukha menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi perubahan demografi, dengan menghadirkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan tetap bermartabat. (yud/ub)





