Gubernur Koster Saksikan Peresmian Bendungan Sidan, Proyek Strategis untuk Air Baku, Irigasi dan Energi Bali

0
245
Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri peresmian Bendungan Sidan yang dilakukan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara serentak bersama empat bendungan lainnya di Indonesia, Jumat 10 Juli 2026.
Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri peresmian Bendungan Sidan yang dilakukan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara serentak bersama empat bendungan lainnya di Indonesia, Jumat 10 Juli 2026. Sumber foto: Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri peresmian Bendungan Sidan yang dilakukan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara serentak bersama empat bendungan lainnya di Indonesia, Jumat 10 Juli 2026.

Prosesi peresmian disaksikan secara virtual dari Kabupaten Badung, sementara Presiden Prabowo memimpin langsung acara dari Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Selain Bendungan Sidan di Bali, pemerintah juga meresmikan Bendungan Meninting di NTB, Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, serta Bendungan Jlantah di Jawa Tengah.

Dalam peresmian tersebut, Presiden Prabowo Subianto menandai pengoperasian lima bendungan melalui penekanan sirene dan penandatanganan prasasti. Seluruh proyek tersebut merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur sumber daya air nasional dengan total investasi mencapai Rp9,79 triliun.

Baca Juga:  Ratusan Jemaah Ramaikan Pawai Maulid Nabi di Singaraja, Wabup Supriatna Ajak Jaga Toleransi

Pemerintah menargetkan keberadaan lima bendungan tersebut mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan produksi beras hingga sekitar satu juta ton, menyediakan air baku, mengurangi risiko banjir, sekaligus mendukung pengembangan energi baru terbarukan.

Di Bali, Gubernur Koster mengikuti rangkaian peresmian bersama Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, Kapoksahli Pangdam IX/Udayana Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda, Wakil Ketua DPRD Bali I Gede Komang Kresna Budi, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, serta unsur Forkopimda dari Gianyar dan Bangli.

Bendungan Sidan sendiri dibangun di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ayung dengan kawasan yang melintasi tiga kabupaten, yakni Desa Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, serta Desa Buntutin, Desa Mengani, dan Desa Langgahan di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Baca Juga:  Lima Tokoh Mendapat Gelar Pahlawan Nasional dari Presiden Jokowi

Proyek yang mulai dikerjakan pada 2018 hingga 2024 tersebut menelan anggaran sekitar Rp1,8 triliun. Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 5,76 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 37,15 hektare, tinggi bendungan 68 meter, serta menggunakan konstruksi tipe zonal inti aspal.

Keberadaan Bendungan Sidan diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur vital di Bali karena mampu memasok kebutuhan air baku sebesar 1,75 meter kubik per detik. Distribusi air tersebut akan melayani Kota Denpasar sebesar 0,75 meter kubik per detik, Kabupaten Badung 0,5 meter kubik per detik, Kabupaten Gianyar 0,3 meter kubik per detik, serta Kabupaten Tabanan 0,2 meter kubik per detik.

Baca Juga:  STAHN Mpu Kuturan Singaraja Berikan Apresiasi kepada Gubernur Koster Perjuangkan Status STAHN ke Institut

Selain memenuhi kebutuhan air bersih, bendungan ini juga akan menunjang sistem irigasi bagi lahan pertanian seluas 9.598 hektare melalui jaringan irigasi sepanjang 123,19 kilometer. Infrastruktur tersebut juga berfungsi mengurangi potensi banjir di kawasan seluas 108 hektare.

Di sektor energi, Bendungan Sidan turut mendukung pemanfaatan energi ramah lingkungan dengan potensi pembangkit listrik sebesar 8,08 megawatt yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 0,65 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung sebesar 7,43 MW.(yud/ub)