UPDATEBALI.com, DENPASAR – Suasana penuh nuansa spiritual menyelimuti Pura Baris Cina, Renon, saat dilaksanakan Upacara Pemelaspasan Bale Kulkul, bertepatan dengan Saniscara Umanis Tolu, Sabtu, 11 Oktober 2025.
Upacara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, yang turut didampingi Lurah Renon, I Gede Suweca.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Alit Wiradana menyampaikan bahwa upacara melaspas merupakan prosesi penyucian secara niskala terhadap bangunan baru sebelum digunakan dalam kegiatan adat atau keagamaan.
“Upacara melaspas dilakukan untuk menyucikan dan menetralisir bangunan maupun benda baru secara spiritual agar membawa energi positif serta kelancaran dalam setiap pelaksanaan kegiatan adat,” jelas Alit Wiradana.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelaksanaan upacara seperti ini menjadi wujud peningkatan sradha bhakti masyarakat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
“Melalui upacara ini, kita menggali dan memperkuat nilai spiritual agar tercipta keseimbangan alam beserta isinya. Semoga upacara ini memberikan energi positif yang menetralkan hal-hal negatif,” ujarnya.
Sementara itu, Kelian Pura Baris Cina Renon, Wayan Surata, menjelaskan bahwa pembangunan Bale Kulkul baru dilakukan karena sebelumnya kulkul Pemaksan Baris Cina masih berada berdampingan dengan Kulkul Banjar Kelod dan Kulkul Pemuda Banjar Kelod.
“Kini Bale Kulkul Pemaksan Baris Cina dibangun di lokasi baru, khusus di area Pura Baris Cina, agar lebih fokus pada fungsi dan kesucian pura tersebut,” ungkap Wayan Surata.
Ia menambahkan, upacara yang dipuput oleh Jero Mangku Dalem ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan dan menetralisir aura negatif, sehingga dapat mewujudkan kehidupan yang harmonis, aman, dan damai bagi masyarakat sekitar.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap Pura Baris Cina. Semoga karya ini menjaga keseimbangan antara bhuana agung dan bhuana alit, serta menjadi wujud syukur atas tuntunan yang telah diberikan,” tambahnya.
Pelaksanaan upacara ini sekaligus menjadi cerminan sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat dalam melestarikan tradisi, menjaga keharmonisan spiritual, serta memperkuat identitas budaya Bali di tengah kehidupan modern.(per/ub)





