UPDATEBALI.com, BULELENG – Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa, yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng, menegaskan bahwa Gerakan Pramuka harus tumbuh menjadi besar dan kuat karena nilai-nilai yang dibangun di dalamnya, bukan semata karena kewajiban untuk mengikutinya.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Kwarcab Gerakan Pramuka Buleleng tahun 2024 di Wantilan Praja Winangun, Kantor Bupati Buleleng, Sabtu 4 Mei 2024.
Suyasa menekankan bahwa Pramuka harus terus berinovasi dan menciptakan program-program yang menarik dan kreatif agar dapat menarik minat masyarakat serta siswa untuk bergabung.
“Pramuka tidak boleh ketinggalan zaman. Harus mempunyai program kegiatan yang kreatif dan inovatif sehingga orang lain berminat mengikuti Pramuka,” ujarnya.
Menurut Suyasa, penting bagi Pramuka untuk tidak hanya fokus pada konten dan edukasi semata. Kegiatan dan program yang disusun harus memiliki daya tarik tersendiri.
“Semuanya harus dikemas dengan baik, kreatif, dan inovatif,” tambahnya.
Dalam upaya menghadapi perubahan, terutama dengan status Pramuka yang tidak lagi menjadi ekstrakurikuler wajib, Suyasa menekankan bahwa Pramuka harus mampu menyesuaikan diri.
“Siswa yang hobi dan merasakan manfaat dari Pramuka, pasti akan memilih Pramuka sebagai ekstrakurikulernya,” katanya.
Suyasa juga mengumumkan peningkatan hibah untuk kegiatan Pramuka Buleleng menjadi Rp650 juta di tahun 2024, dibandingkan dengan Rp500 juta di tahun sebelumnya. Hibah tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mengoptimalkan struktur Gerakan Pramuka hingga ke tingkat gugus depan.
Rakercab ini juga menjadi ajang evaluasi program-program kegiatan tahun sebelumnya, sosialisasi program tahun 2024, dan penyusunan program kerja tahun 2025.
“Mudah-mudahan hibah bisa ditambah di anggaran perubahan,” tambah Suyasa, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng.(adv/ub)





