Sekda Alit Wiradana Tekankan Pentingnya Menyama Braya dalam Merawat Kerukunan Umat

0
187
Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Exposure Puspem Badung, Selasa 3 Juni 2025.
Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Exposure Puspem Badung, Selasa 3 Juni 2025. Sumber foto: Humas Denpasar

UPDATEBALI.com, BADUNG – Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Exposure: Unjuk Karya Pengembangan Toleransi dan Kolaborasi Pro Eksistensi Berbasis Komunitas yang digelar di Gedung Kerta Gosana, Puspem Badung, Selasa 3 Juni 2025.

Mengusung tema “Merawat Toleransi, Menebar Damai dalam Keberagaman di Pulau Dewata Bali”, kegiatan ini menjadi wadah refleksi sekaligus aksi nyata berbagai komunitas keagamaan dalam memelihara keharmonisan kehidupan masyarakat multikultural di Bali.

Baca Juga:  Universitas Udayana Kembali Kukuhkan Enam Guru Besar Tetap

Dalam sambutannya, Sekda Alit Wiradana menyampaikan bahwa keberagaman yang dimiliki Kota Denpasar menjadi kekuatan dalam memperkokoh persatuan. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai lokal seperti menyama braya yang menjadi landasan hidup masyarakat Bali untuk tetap bersatu di tengah perbedaan.

“Nilai menyama braya bukan sekadar ungkapan, melainkan filosofi hidup yang membentuk kesadaran kolektif masyarakat agar terus hidup berdampingan secara damai,” kata Alit Wiradana.

Baca Juga:  Ipat kembali Pimpin KONI Jembrana, Bidik Peningkatan Prestasi Atlet hingga Tingkat Internasional

Ia juga menuturkan bahwa Pemerintah Kota Denpasar secara berkelanjutan berupaya menciptakan ruang dialog yang inklusif, melibatkan semua elemen, termasuk komunitas dan generasi muda, dalam memperkuat semangat toleransi.

“Dengan semangat Vasudhaiva Kutumbakam, kami ingin menjadikan Denpasar sebagai rumah bersama yang damai, inklusif, dan harmonis bagi seluruh warganya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Exposure Klaster Denpasar, Emma Rosada, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang menampilkan praktik-praktik baik dalam membangun toleransi. Denpasar, lanjutnya, termasuk dalam lima kota percontohan yang dinilai berhasil menjaga harmoni sosial.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar dan Bea Cukai Perkuat Koordinasi untuk Efisiensi Kepabeanan

“Selain Denpasar, kota-kota lain yang masuk kategori toleransi tinggi adalah Yogyakarta, Banjarmasin, Ambon, dan Kupang. Ini menjadi bukti bahwa membangun kehidupan yang rukun di tengah keragaman adalah keniscayaan yang harus dijaga bersama,” ujarnya.(per/ub)