spot_img
spot_img
BerandaBaliRibuan ASN Baru Ambil Sumpah, Pemkab Buleleng Dorong Profesionalisme

Ribuan ASN Baru Ambil Sumpah, Pemkab Buleleng Dorong Profesionalisme

UPDATEBALI.com, BULELENG – Sebanyak 3.692 Aparatur Sipil Negara (ASN) baru resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, dalam sebuah upacara yang berlangsung di Lapangan Ngurah Rai, Singaraja, Jumat 20 Juni 2025.

Terdiri atas 123 CPNS dan 3.569 PPPK, pelantikan ini menjadi tonggak awal bagi para ASN untuk mengemban amanah sebagai pelayan publik.

Dalam arahannya, Bupati Sutjidra menegaskan bahwa sumpah jabatan bukan sekadar seremoni, melainkan janji moral dan tanggung jawab besar sebagai abdi negara. Ia meminta ASN baru untuk tidak hanya hadir sebagai pelengkap struktur birokrasi, melainkan sebagai bagian dari solusi bagi persoalan masyarakat.

Baca Juga:  TP PKK Kota Denpasar Gelar Kegiatan Menyapa dan Berbagi di Denpasar Utara

“Saudara-saudari sekalian harus menjadi penggerak perubahan, bukan beban dalam sistem pemerintahan. Layani masyarakat dengan hati, bukan menuntut dilayani,” tegas Sutjidra.

Ia juga mendorong para ASN untuk senantiasa berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, mengingat masyarakat kini lebih kritis dan menuntut pelayanan yang cepat serta transparan. Kolaborasi dan komunikasi lintas sektor juga ditekankan sebagai kunci pelayanan publik yang efektif.

“Saat ini kita tidak bisa bekerja sendiri. Komunikasi yang baik, koordinasi antarinstansi, serta kerja tim sangat diperlukan,” tambahnya.

Baca Juga:  Diskominfo Badung Gelar Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Seleksi ASN Kabupaten Buleleng, memaparkan bahwa pada seleksi tahun 2024, total formasi yang disetujui pemerintah pusat adalah 4.269 formasi, terdiri dari 145 CPNS dan 4.124 PPPK.

Namun, dari jumlah tersebut hanya terisi 123 CPNS (2 tenaga kesehatan dan 121 tenaga teknis) serta 3.569 PPPK yang meliputi 90 guru, 47 tenaga kesehatan, dan 3.432 tenaga teknis. Beberapa formasi tidak terisi karena minimnya pelamar atau kendala administratif. Selain itu, delapan formasi PPPK tidak dapat diangkat karena berbagai alasan, seperti meninggal dunia atau pengunduran diri.

Baca Juga:  Denpasar Gencarkan Vaksinasi Bagi Disabilitas 

“Dari delapan kekosongan formasi PPPK, hanya satu yang dapat digantikan. Sisanya akan dilengkapi pada seleksi tahap kedua tahun ini,” jelas Suyasa.

Proses administrasi penetapan NIP dan SK tahun ini telah menggunakan sistem digital SIASN sesuai regulasi terbaru dari BKN. Langkah ini diambil sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan ASN secara nasional.

Melalui pelantikan ini, diharapkan ASN baru di Kabupaten Buleleng mampu menjalankan peran dengan penuh integritas, disiplin, dan profesionalisme untuk mendukung kemajuan daerah.(adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments