spot_img
spot_img
BerandaBaliRayakan Idul Adha 1444 Hijiriah, LDII Bali Potong 359 Ekor Kambing dan...

Rayakan Idul Adha 1444 Hijiriah, LDII Bali Potong 359 Ekor Kambing dan Sapi

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Perayaan Hari raya Idul Adha 1444 Hijiriah Tahun 2023, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bali kembali membagikan daging Kurban kepada warga di Bali. Kali ini, LDII Bali bersama warga merayakan hari raya Idul Adha dengan memotong 244 ekor kambing dan 115 ekor sapi dengan total 359 hewan kurban untuk seluruh Bali.

Baca Juga:  Bergerak Cepat Susun Langkah Strategis Menjelang Porprov 2022, Perbasi Bali Gelar Rakerda

Menurut Wakil Ketua DPW LDII Bali, Haji Hardilan, SH didampingi Sekretaris Haji Agus Permadi, di sela-sela acara pemotongan hewan kurban, Kamis 29 Juni 2023, di Kantor DPW LDII Bali, Padangsambian, Denpasar, semua daging kambing dan sapi yang dipotong itu dibungkus menjadi 10 ribu paket daging yang dibagikan ke seluruh Bali. Pembagiannya dilakukan di 7 kabupaten se-Bali, yakni Denpasar, Badung, Gianyar, Karangasem, Buleleng, Tabanan, dan Jembrana.

Baca Juga:  Jerman Tersingkir dari Piala Dunia, Mueller: Benar-Benar Bencana
Wakil Ketua DPW LDII Bali, Haji Hardilan, SH didampingi Sekretaris Haji Agus Permadi.
Wakil Ketua DPW LDII Bali, Haji Hardilan, SH (tengah) didampingi Sekretaris Haji Agus Permadi (kanan) saat diwawancarai. Sumber foto:den/ub

“Didata oleh masing-masing PAC LDII (kelurahan) yang berhak memperoleh daging kemudian nantinya akan didistribusikan sesuai dengan hasil pendataan. Cara ini lebih tepat sasaran dan efisien,” sebutnya.

Upaya menjaga kerukunan umat beragama ini, tambahnya, aparat keamanan pecalang Banjar Buana Desa, Babinsa dan Babinkamtibnas Padangsambian, serta aparat kepolisian juga dilibatkan.

Usai melaksanakan penyembelihan hewan kurban, perwakilan dari umat Muslim melakukan ngejot atau berbagi kepada masyarakat lintas agama yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Baca Juga:  Bupati Suwirta Terima Kunjungan Kepala Bank Germany

la berharap dengan keberagaman ini, semua bisa menjadi satu.

“Gak ada istilahnya perbedaan, beragam tapi satu,” ujarnya.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments