spot_img
spot_img
BerandaBaliRaka Sandi: Tidak ada Model Pemilu Serentak yang Sempurna

Raka Sandi: Tidak ada Model Pemilu Serentak yang Sempurna

UPDATEBALI.comDENPASAR – Promovendus I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi telah memaparkan disertasinya dalam ujian terbuka di Fakultas Hukum Universitas Udayana, program studi Doktor Ilmu Hukum, pada hari Selasa 20 Februari 2024.

Dalam disertasinya, Raka Sandi, yang juga merupakan anggota DKPP RI, mengangkat judul “Rekonstruksi Pengaturan Pemilihan Kepala Daerah Menuju Tata Kelola Pemilihan Umum Serentak yang Baik”.

Baca Juga:  Kanaka Team FEB Unud Meraih Peringkat 1 di Kompetisi Bisnis Nasional UNKHAIR

Menurut Raka Sandi, dalam upaya menemukan model Pemilu serentak yang baik, terdapat dua pendekatan yang dapat diambil. Pertama, konstruksi model Pemilu yang baru. Namun, hal ini tidaklah mudah karena melibatkan banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Kedua, rekonstruksi model Pemilu serentak yang sudah ada untuk melakukan perbaikan.

“Rekonstruksi dilakukan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang telah terjadi selama ini,” ungkap Raka Sandi.

Baca Juga:  Banjir Merendam 400 Rumah di Desa Pengambengan

Lebih lanjut, Raka Sandi menekankan pentingnya penyatuan dan penyederhanaan pengaturan Pemilu dalam proses rekonstruksi baru. Ia menjelaskan bahwa gagasan penyatuan dan penyederhanaan undang-undang Pemilu bukanlah hal yang baru, dan bahkan telah dilakukan oleh pembentuk undang-undang pada saat pembentukan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017.

“Pilkada serentak dan pemilu serentak pada hakikatnya adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam memilih para pemimpin dan wakil rakyat secara demokratis. Kualifikasi pilkada langsung adalah bagian dari pemilu, sehingga dapat diselaraskan dengan pemilu,” tambahnya.

Baca Juga:  UKM Karate KKI Unud Raih Enam Medali di Kejuaraan Terbuka Piala Walikota Malang

Disertasinya ini memberikan kontribusi dalam mempertimbangkan berbagai aspek dalam pengembangan model Pemilu serentak yang lebih baik untuk mewujudkan tata kelola Pemilu yang efektif dan demokratis.(dna/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments