PWI Bali Gelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian 2026, Diikuti 102 Peserta

0
86
PWI Bali Gelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian 2026, Diikuti 102 Peserta
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang berlangsung pada 20–21 Agustus 2026 di Kantor PWI Bali, Denpasar. Sumber Foto : Den/Updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang berlangsung pada 20–21 Agustus 2026 di Kantor PWI Bali, Denpasar.

Kegiatan bertema “Membangun Wartawan Profesional, Berintegritas, dan Berkomitmen terhadap Etika Jurnalistik melalui Penguatan Organisasi PWI” itu diikuti 102 peserta dari kalangan anggota PWI Bali.

Orientasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas wartawan dalam memahami etika jurnalistik, profesionalisme, serta peran organisasi di tengah tantangan dunia pers yang semakin dinamis.

Ketua Panitia, I Nyoman Winata, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembekalan bagi anggota PWI agar memiliki pemahaman yang lebih kuat mengenai profesi kewartawanan dan organisasi.

Sementara itu, Ketua PWI Bali I Wayan Dira Arsana menilai antusiasme 102 peserta menjadi sinyal positif bagi proses regenerasi di tubuh organisasi. Menurutnya, kehadiran anggota dari berbagai generasi menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga kualitas jurnalisme di Bali.

Baca Juga:  Penambahan Kasus Sembuh di Kota Denpasar Tembus Angka 514 Orang, Kasus Positif Covid-19 Bertambah 547 Orang

“Hari ini kehadiran teman-teman yang jumlahnya 102. Saya melihat proses regenerasi tak berjalan di antara kita banyak wartawan senior, bahkan sangat senior, yang masih meluangkan waktu berkumpul untuk mengikuti orientasi kewartawanan dan keorganisasian,” kata Dira Arsana.

Ia menegaskan bahwa orientasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab organisasi dalam memperkuat kompetensi anggotanya, terutama dalam menghadapi tantangan penyebaran informasi yang semakin cepat.

“Kita tidak boleh kalah dalam hal menyajikan akurasi. Kita hadir untuk memberikan informasi yang sehat, berbasis fakta, tepat, dan mencerahkan publik,” ujarnya.

Menurut Dira Arsana, penguatan profesi menjadi penting agar wartawan tetap mampu menjalankan fungsi pers sebagai penyampai informasi yang kredibel di tengah derasnya arus informasi digital.

Ia juga menyampaikan bahwa peserta akan mendapatkan materi yang tidak hanya membahas etika jurnalistik dan etika pers, tetapi juga studi kasus yang berkaitan dengan praktik kewartawanan sehari-hari.

Baca Juga:  Giliran Ketua MPR, Kunjungi Stand Kuliner Jembrana 

“Mudah-mudahan peserta menerima lebih banyak pembekalan yang berkaitan dengan etika jurnalistik dan etika pers, termasuk studi kasus terkait persoalan yang dihadapi teman-teman saat berkarya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dira Arsana turut mengajak anggota PWI Bali memperkuat solidaritas antarsesama insan pers, termasuk melalui rencana penggalangan dana bagi rekan-rekan wartawan yang membutuhkan bantuan.

Sementara itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali yang diwakili Ketua Konflik Sosial, Anak Agung Surya Pradipta, menilai kegiatan tersebut penting untuk membangun kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.

Ia mengatakan profesi wartawan tidak hanya membutuhkan kemampuan menyampaikan informasi, tetapi juga integritas, independensi, kecermatan, serta kesadaran terhadap tanggung jawab sosial.

“Menjadi wartawan tidak hanya membutuhkan kemampuan menyampaikan informasi, tetapi juga membutuhkan integritas, independensi, kecermatan, serta kesadaran akan tanggung jawab sosial,” kata Surya Pradipta.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Motif Pembunuhan oleh Dua WNA India karena Salah Paham

Menurutnya, informasi yang disampaikan media memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami berbagai persoalan secara lebih jernih, terutama di tengah derasnya arus informasi dan dinamika pembangunan Bali.

“Karena itu independensi harus berjalan bersama tanggung jawab, kebebasan harus berjalan bersama etika, dan kecepatan harus tetap diimbangi dengan ketepatan,” ujarnya.

Surya Pradipta berharap seluruh peserta memanfaatkan orientasi tersebut sebagai ruang untuk belajar, berdiskusi, membangun jejaring, serta memperkuat karakter sebagai insan pers yang profesional dan berintegritas.

Kegiatan orientasi berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan materi seputar organisasi PWI, etika jurnalistik, etika pers, serta pembahasan studi kasus sebagai bekal bagi peserta dalam menjalankan profesi kewartawanan di tengah perkembangan media yang terus berubah.(den/updatebali)