Putri Koster Minta Kader Posyandu Jadi Penggerak Perubahan di Masyarakat

0
19
Putri Koster Minta Kader Posyandu Jadi Penggerak Perubahan di Masyarakat
Putri Koster Minta Kader Posyandu Jadi Penggerak Perubahan di Masyarakat. Sumber foto: Humas Pemprov Bali/Updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, menekankan pentingnya peningkatan kemampuan dan keterampilan kader Posyandu untuk menunjang pelaksanaan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Pesan tersebut disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan XIV Tahun 2026 yang berlangsung di UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Selasa 27 Oktober 2026.

Dalam arahannya, Putri Koster menegaskan bahwa Posyandu kini mengalami perluasan peran. Jika sebelumnya lebih dikenal sebagai tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak, termasuk penimbangan bayi dan balita, kini Posyandu diarahkan untuk mendukung pemenuhan enam bidang SPM, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

Menurutnya, perluasan peran tersebut harus diikuti dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya kader Posyandu yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kader diharapkan mampu mengenali berbagai kebutuhan keluarga sekaligus menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah dalam mengakses pelayanan dasar.

Baca Juga:  Sekda Badung Lepas Jalan Santai HUT ke-53 ST Tunjung Mekar

Putri Koster menekankan bahwa kader Posyandu tidak lagi cukup hanya memiliki pengetahuan mengenai kesehatan ibu dan anak. Kader juga perlu memahami berbagai aspek pembangunan masyarakat agar mampu menjalankan fungsi edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan secara lebih luas.

“Kader Posyandu tidak cukup hanya memahami pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga harus mampu menjadi edukator, motivator, sekaligus fasilitator bagi masyarakat dalam berbagai aspek pembangunan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kader Posyandu memiliki peran strategis dalam mengedukasi masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat, pemenuhan gizi keluarga, pelestarian lingkungan, pentingnya pendidikan anak, serta penguatan kepedulian dan solidaritas sosial. Kader juga diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai program pembangunan pemerintah.

Putri Koster mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya program dan fasilitas pemerintah, tetapi juga oleh kesadaran serta partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, kader Posyandu diharapkan menjadi penggerak perubahan perilaku melalui pendekatan yang humanis dan semangat gotong royong.

Baca Juga:  Bersih-bersih Massal Pasar Badung dan Kumbasari, Denpasar Bergerak Pulih Pasca Banjir

“Melalui pendekatan yang humanis dan semangat gotong royong, kader diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat, membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan, kebersihan lingkungan, dan gizi keluarga, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Putri Koster juga mengajak seluruh peserta mengikuti bimtek dengan sungguh-sungguh. Ia berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga ruang berbagi pengalaman serta memperkuat kerja sama antarkader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia berpesan agar seluruh pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di wilayah masing-masing. Dengan demikian, keberadaan Posyandu benar-benar memberikan manfaat nyata dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Ilmu yang diperoleh selama Bimtek ini agar dapat diterapkan di wilayah masing-masing. Jadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang benar-benar hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Panitia Ni Komang Sriani melaporkan bahwa Bimtek Bina Posyandu Angkatan XIV Tahun 2026 diikuti oleh 111 kader Posyandu dari Kabupaten Buleleng. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa 27 Oktober 2026 hingga Kamis 29 Oktober 2026, bertempat di UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Baca Juga:  Sambut HUT ke 74, Polwan Polres Gianyar Bagikan Sembako kepada Penyandang Disabilitas

Sriani menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kapasitas, dan keterampilan teknis kader Posyandu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Materi pelatihan juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman kader mengenai transformasi Posyandu dalam mendukung pemenuhan enam bidang SPM.

Selain peningkatan kompetensi individu, bimtek tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara kader Posyandu dan pemerintah desa, sekaligus mengoptimalkan peran Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan dasar.

Melalui pelaksanaan Bimtek Bina Posyandu Angkatan XIV ini, diharapkan para kader semakin siap menjalankan peran secara terpadu, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Penguatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam mewujudkan Posyandu yang semakin dekat dengan masyarakat serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan dasar di tingkat desa.(yud/updatebali)