Pura Puncak Mundi Gelar Rangkaian Karya Agung, Bupati Satria Sampaikan Pesan Ini

0
13
Prosesi Taur Balik Sumpah Agung, Yama Raja Melaspas, Ngadegang lan Masupati Pralingga serta Caru Manca Rupa di Kahyangan Jagat Pura Puncak Mundi, Desa Klumpu, Nusa Penida, dihadiri Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ketua TP PKK Klungkung Eva Satria, Jumat 11 September 2026.
Prosesi Taur Balik Sumpah Agung, Yama Raja Melaspas, Ngadegang lan Masupati Pralingga serta Caru Manca Rupa di Kahyangan Jagat Pura Puncak Mundi, Desa Klumpu, Nusa Penida, dihadiri Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ketua TP PKK Klungkung Eva Satria, Jumat 11 September 2026. Sumber foto: Humas Klungkung/Updatebali

UPDATEBALI.comKLUNGKUNG – Prosesi Taur Balik Sumpah Agung, Yama Raja Melaspas, Ngadegang lan Masupati Pralingga serta Caru Manca Rupa di Kahyangan Jagat Pura Puncak Mundi, Desa Klumpu, Nusa Penida, dihadiri Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ketua TP PKK Klungkung Eva Satria, Jumat 11 September 2026.

Prosesi ini menjadi bagian penting dari rangkaian Karya Agung Mamungkah, Melaspas, Nubung Pedagingan, Ngenteg Linggih, Taur Balik Sumpah Agung, Mapadudusan Agung, Manawa Ratna, Mapeselang lan Mapedanaan di Kahyangan Jagat Pura Puncak Mundi dengan Puncak Karya Agung pada Buda Umanis Prangbakat, Rabu, 16 September 2026.

Baca Juga:  Bupati Suwirta Lepas Empat Peserta O2SN ke Tingkat Nasional

Bupati Satria menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah daerah dalam ritual ini adalah bentuk komitmen untuk terus menjaga kelestarian tradisi, adat, dan agama di Klungkung. Ia berharap seluruh pelaksanaan ritual berjalan lancar (labda karya) serta membawa kerahayuan dan kedamaian bagi seluruh masyarakat.

“Dumogi rangkaian upacara ini berjalan dengan lancar, labda karya, serta membawa kerahayuan bagi seluruh umat dan masyarakat Kabupaten Klungkung pada khususnya.” Ucap Bupati Satria.

Baca Juga:  TP PKK Bengkulu Kunjungi Desa Taro, Gianyar

Prawartaka Karya I Gede Sidra mengatakan, rangkaian karya sendiri sudah dimulai sejak awal Agustus lalu dengan ritual pejaya-jayan panitia, dilanjutkan taur balik sumpah agung serta melasti. Setelah puncak karya pada 16 September, prosesi akan dilanjutkan dengan bakti penganyar hingga ritual nyegara gunung yang pada 22 September 2026.(yud/updatebali)