Prosesi Ngebeji di Pura Jagatnatha, Bupati Jembrana Tunjukkan Kepedulian dalam Upacara Piodalan

0
317
Prosesi Ngebeji di Pura Jagatnatha, Bupati Jembrana Tunjukkan Kepedulian dalam Upacara Piodalan
Prosesi Ngebeji di Pura Jagatnatha, Bupati Jembrana Tunjukkan Kepedulian dalam Upacara Piodalan. Sumber foto: Humas Jembrana

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, turut serta dalam prosesi ngebeji yang merupakan bagian dari rangkaian acara karya pujawali di Pura Jagatnatha, Jembrana, pada hari Minggu siang, 18 Agustus 2024.

Prosesi yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta umat Hindu setempat, termasuk krama pengempon pura.

Ngebeji adalah prosesi penyucian diri dan perlengkapan upacara di sungai atau sumber mata air suci sebelum pelaksanaan piodalan di pura. Prosesi ini simbolis sebagai pembersihan lahir dan batin umat sebelum menghadapkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Baca Juga:  Pimpin Apel Sumpah Pemuda, Bupati Kembang Serukan Pemuda Jembrana Bergerak Bersatu

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya bisa terlibat langsung dalam prosesi sakral ini.

“Ini adalah momen penting bagi kita semua untuk kembali menyucikan diri dan mempererat kebersamaan, khususnya dalam menjalankan upacara keagamaan seperti piodalan ini. Ini juga bagian dari rangkaian karya pujawali di Pura Jagatnatha,” ujarnya.

Rangkaian piodalan di Pura Jagatnatha tidak hanya melibatkan prosesi ngebeji, tetapi juga berbagai kegiatan lainnya seperti matur piuning, pecaruan, persembahyangan bersama, hingga penyineban ida batara.

Baca Juga:  Hadiri Rakor Kemendagri, Bupati Adi Arnawa Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran Lewat Digitalisasi

Prawantaka Karya, I Kadek Suentra, menjelaskan bahwa rangkaian pujawali diawali pada 14 Agustus dengan upacara nuasen karya. Puncak piodalan akan dilaksanakan pada purnamaning sasih karo pada 19 Agustus 2024. Seluruh rangkaian karya akan berakhir pada upacara penyineban pada Rabu, 21 Agustus 2024.

“Mudah-mudahan seluruh rangkaian acara piodalan ini dapat berlangsung dengan lancar dan memberikan makna spiritual bagi seluruh umat Hindu,” pungkasnya. (yud/ub)