spot_img
spot_img
BerandaBaliPolitisi DPRD Bali Lestarikan Tradisi Mebat untuk Eratkan Persaudaraan

Politisi DPRD Bali Lestarikan Tradisi Mebat untuk Eratkan Persaudaraan

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Tak dipungkiri bahwa Bali merupakan pulau yang mayoritas penduduknya memeluk agama Hindu, sehingga budaya yang terbangun di pulau ini didominasi oleh pengaruh agama Hindu.

Salah satu tradisi yang kental dengan nuansa Hindu adalah mebat, atau ngebat, yang merupakan kegiatan memasak masakan khas Bali, seperti lawar.

Tradisi ini juga dilestarikan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali. Para politisi yang biasanya berdebat di meja dewan, tampil bersama dalam acara mebat (membuat lawar) pada Jumat, 19 Juli 2024.

Mereka juga akan melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangkaian piodalan di Pura Praja Udiana DPRD Bali pada Purnama Sasih Kasa, Saniscara Wage Prangbakat, Sabtu, 20 Juli 2024.

Baca Juga:  Pj Gubernur Bali Sampaikan Jawaban Terhadap Pandangan Umum Fraksi atas Ranperda ABPD 2024 dan Ranperda Pajak Retribusi
Wakil Ketua I, I Nyoman Sugawa Korry, dan Wakil Ketua II, I Nyoman Suyasa saat mengaduk adonan lawar. Sumber Foto : Den/ub

Ketua DPRD Bali, Adi Wiryatama, menyatakan bahwa kegiatan mebat bersama anggota dewan digagas untuk simakrama dan menjaga rasa persaudaraan di lingkungan kerja. Acara ini juga merupakan perpisahan karena mereka telah memasuki masa purna tugas dalam mengawal aspirasi masyarakat Bali.

“Kalau sebelumnya kami berdebat di meja dewan, sekali-kali bolehlah kami mebat bersama-sama. Jadi tidak tegang karena urusan politik saja. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Bali dan staf atas kepercayaannya yang diberikan selama memimpin DPRD Bali,” ujar politisi senior PDIP tersebut.

Baca Juga:  Bupati Tamba Buka Lomba Busana Adat ke Pura Tingkat SD

Adi Wiryatama menekankan bahwa tradisi mebat harus dilestarikan.

“Kita lestarikan bukan hanya di desa adat masing-masing asal para anggota dewan. Kita praktekkan di gedung wakil rakyat yang terhormat ini. Jadi, lupakan politik sejenak. Selama ini dalam politik kita boleh berbeda, warna (partai) boleh berbeda pilihan, tetapi urusan menyamabraya harus tetap terjaga,” kata mantan Bupati Tabanan ini.

Wakil Ketua I, I Nyoman Sugawa Korry, dan Wakil Ketua II, I Nyoman Suyasa, juga menekankan bahwa tradisi mebat ini sebagai bentuk kebersamaan sesama umat Hindu di Bali. Meskipun berbeda partai politik, kebersamaan tetap tercipta.

Baca Juga:  Disnaker: Kasus Penipuan 350 Calon Pekerja Migran Bali Diproses Hukum

“Kita lupakan politik sejenak. Selama ini dalam politik kita boleh berbeda, warna (partai) boleh berbeda pilihan, tetapi urusan menyamabraya harus tetap terjaga,” ujar Sugawa Korry.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, S.E., M.M., mengatakan bahwa kegiatan mebat bersama juga melibatkan para staf dan pejabat di Sekretariat DPRD Bali. Ia menambahkan bahwa kegiatan menyamabraya dalam acara piodalan di Pura Praja Udiana selalu dilaksanakan.

“Semoga ke depannya pimpinan anggota DPRD yang baru dapat melestarikan program ini untuk menjaga kebersamaan di DPRD Bali,” pungkasnya.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments