UPDATEBALI.com, DENPASAR – Haru dan bahagia menyelimuti wajah I Nyoman Nuki, warga Banjar Tengah, Sesetan, Denpasar Selatan.
Setelah bertahun-tahun hanya menumpang listrik dari tetangga, kini rumah sederhana yang ia tinggali bersama istri dan anaknya akhirnya terang oleh cahaya listrik milik sendiri.
Momen itu hadir berkat program sosial “Light Up The Dream” (LUTD) yang digagas oleh PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali, dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80. Melalui program ini, para pegawai PLN secara sukarela berdonasi untuk membantu masyarakat prasejahtera memperoleh sambungan listrik gratis.
“Kami dulu hanya bisa menyalur dari tetangga. Sekarang rumah ini terang dengan listrik sendiri. Terima kasih PLN, bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” tutur Made Rasmi, istri Nyoman Nuki, dengan mata berkaca-kaca pada Selasa, 21 Oktober 2025.
Rumah beratap seng dan berdinding batako milik keluarga kecil ini menjadi salah satu dari 20 rumah penerima manfaat di Denpasar, Karangasem, dan Buleleng. Secara nasional, PLN menghadirkan 8.000 sambungan listrik gratis bagi keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia sebagai bentuk bakti sosial memperingati HLN ke-80.
Program LUTD sendiri telah berjalan sejak 2020 dan terus diperluas setiap tahunnya. Hingga Agustus 2025, PLN UID Bali telah menyalurkan bantuan serupa kepada 71 pelanggan prasejahtera di berbagai kabupaten di Pulau Dewata.
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, yang turut memantau kegiatan LUTD secara daring, menegaskan bahwa program ini bukan hanya tentang penyediaan listrik, tetapi juga wujud empati dan semangat gotong royong insan PLN.
“Menyalakan listrik berarti menyalakan harapan. Program ini menjadi simbol nilai AKHLAK, budaya perusahaan PLN yang menanamkan semangat kepedulian sosial bagi sesama,” jelasnya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, menyampaikan bahwa LUTD merupakan bentuk nyata tanggung jawab sosial PLN terhadap masyarakat yang belum menikmati listrik mandiri.
“Kami ingin membawa terang bagi mereka yang selama ini belum tersentuh. Listrik bukan hanya penerang rumah, tetapi juga energi untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
PLN juga menggandeng pemerintah daerah dalam pelaksanaan LUTD. Kolaborasi ini turut disinergikan dengan program Bedah Rumah dan bantuan sosial lainnya, agar warga memperoleh manfaat secara menyeluruh, memiliki tempat tinggal layak sekaligus listrik sendiri.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang turut hadir dalam kegiatan penyalaan listrik di Sesetan, memberikan apresiasi atas inisiatif PLN.
“Program Light Up The Dream sejalan dengan semangat Vasudhaiva Kutumbakam, Dunia adalah Satu Keluarga. PLN telah menunjukkan bahwa sinergi dan kemanusiaan bisa membawa perubahan nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Denpasar untuk terus berkolaborasi dengan PLN dalam mengentaskan kemiskinan melalui berbagai program pemberdayaan sosial.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Denpasar Selatan, Polsek Denpasar Selatan, Lurah Sesetan, serta jajaran manajemen PLN UP3 Bali Selatan.
Melalui Light Up The Dream, PLN membuktikan bahwa kepedulian kecil mampu menghadirkan perubahan besar, menyalakan lampu di rumah warga, sekaligus menyalakan harapan akan kehidupan yang lebih layak dan sejahtera.(yud/ub)





