UPDATEBALI.com, DENPASAR – PT PLN (Persero) kembali berinovasi dalam menyampaikan edukasi keselamatan ketenagalistrikan dengan cara yang menyenangkan.
Melalui program “PLN Mendongeng”, sebanyak 100 anak usia dini di TK Widya Santhi, Ubung, Denpasar, diajak belajar tentang bahaya listrik dengan metode bercerita, Jumat (22/8/2025).
Kegiatan ini digelar serangkaian dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Dalam cerita yang dibawakan langsung oleh petugas PLN UID Bali, anak-anak diajak memahami bagaimana bermain dengan aman tanpa mendekati jaringan listrik.
Setelah sesi mendongeng, edukasi diperkuat melalui tanya jawab interaktif. Petugas K3L PLN UID Bali, Ida Bagus Made Surya Kencana, menanyakan contoh sederhana, seperti tempat yang tepat untuk bermain layang-layang atau bahaya memanjat tiang listrik.
“Pesan utamanya sederhana, jangan bermain di dekat jaringan listrik. Layang-layang sebaiknya diterbangkan di lapangan atau pantai yang luas. Harapannya, anak-anak tidak hanya mengingat tapi juga bisa menyampaikan kembali pesan ini kepada keluarga mereka,” jelas Surya Kencana.
Salah satu peserta, Narenda, berhasil menjawab dengan tepat bahwa bermain di sekitar kabel listrik bisa berbahaya karena dapat tersetrum. Hal ini menunjukkan bahwa pesan yang disampaikan dapat ditangkap dengan baik meskipun usia anak masih dini.
Guru TK Widya Santhi, Ni Nyoman Puwatini, menyampaikan rasa terima kasih atas program ini. Menurutnya, metode dongeng membuat anak-anak lebih mudah memahami pesan keselamatan listrik.
“Mereka sangat antusias, bahkan menunggu giliran untuk menjawab. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan,” ujarnya.
PLN menegaskan bahwa keselamatan listrik harus diperkenalkan sejak dini. Melalui pendekatan edukasi berbasis cerita, diharapkan pesan penting ini lebih mudah dipahami, membekas, dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.(yud/ub)





