spot_img
spot_img
BerandaBaliPj Gubernur Bali Dorong Evaluasi Pembiayaan Program dari SiLPA Tahun 2023 untuk...

Pj Gubernur Bali Dorong Evaluasi Pembiayaan Program dari SiLPA Tahun 2023 untuk APBD 2024

UPDATEBALI.com, DENPASARPenjabat Gubernur Bali, S.M. Mahendra Jaya, menyoroti pentingnya pencermatan terhadap pengelolaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun 2023 dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024.

Hal ini disampaikan saat memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi Bali mengenai pertanggungjawaban APBD Semesta Berencana Tahun 2023 dan Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Bali Tahun 2025-2045 dalam Rapat Paripurna ke-13 DPRD Provinsi Bali, pada Senin, 1 Juli 2024.

Mahendra Jaya mengungkapkan kesepakatannya untuk melakukan evaluasi dan peninjauan ulang terhadap alokasi dana dari SiLPA guna memastikan penggunaannya tepat sasaran dan mampu memenuhi kebutuhan belanja yang bersifat terikat.

Baca Juga:  Pj Gubernur Bali Sambut MNEK 2025, Event Internasional yang Dongkrak Ekonomi

“Kami akan terus berupaya menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah dengan melibatkan pengawasan dari DPRD serta partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Menanggapi kekhawatiran terhadap penurunan Sisa Kas Akhir Tahun 2023, Mahendra Jaya mengakui perlunya langkah-langkah strategis untuk mencegah terjadinya defisit yang melampaui kemampuan pendanaan.

“Kami sependapat untuk melakukan terobosan inovatif dalam mencari sumber-sumber pendapatan baru dan mengendalikan belanja demi menjaga stabilitas keuangan daerah,” katanya.

Baca Juga:  Pj Mahendra Jaya Apresiasi Peran TP PKK Provinsi Bali dalam Penurunan Angka Kemiskinan Ekstrim dan Stunting

Selain itu, Mahendra Jaya juga mendukung perubahan terhadap Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pungutan Bagi Wisatawan Asing untuk Pelindungan Kebudayaan dan Lingkungan Alam Bali dengan penambahan insentif bagi pihak yang membantu kelancaran pungutan dan sanksi atas pelanggaran terhadap peraturan tersebut. Namun, terkait peningkatan pungutan wisatawan asing, ia menilai perlu dilakukan kajian mendalam untuk mempertimbangkan dampaknya secara komprehensif terhadap industri pariwisata Bali.

Pj. Gubernur Bali juga mendorong inovasi dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai sumber pendapatan daerah alternatif.

“Kami akan menjalin kerja sama dengan sektor swasta dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih bernilai tambah,” tambahnya.

Baca Juga:  RSUD Bali Mandara Hadirkan Layanan Proctorship Jantung Nonbedah, Percepat Penanganan Pasien

Selain pariwisata, Pemerintah Provinsi Bali juga akan menggali potensi sektor pertanian, perikanan, dan industri kreatif lainnya sebagai upaya diversifikasi sumber pendapatan daerah.

“Diversifikasi ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber pendapatan utama,” pungkasnya.

Mahendra Jaya menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Bali juga sedang melakukan upaya penataan untuk mengamankan aset-aset Pemprov dengan menertibkan kerja sama dan sewa agar tidak menimbulkan permasalahan hukum di masa mendatang. (yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments