Pj Bupati Buleleng Ajak Warga di Batupulu Jaga Toleransi

0
248
Pj Bupati Buleleng Ajak Warga di Batupulu Jaga Toleransi
Pj Bupati Buleleng Ajak Warga di Batupulu Jaga Toleransi. Sumber foto: Humas Buleleng

UPDATEBALI.com, BULELENG – Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, turut menghadiri dan memantau sosialisasi kesepakatan antara Banjar Adat Batupulu dan perwakilan Gereja Paroki Santo Paulus Singaraja di Balai Banjar setempat pada Selasa, 26 Maret 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati meminta kepada masyarakat Banjar Adat Batupulu agar tetap menjaga toleransi antar umat beragama serta merasa bangga menjadi bagian dari masyarakat Buleleng.

Turut hadir dalam acara ini sejumlah pejabat penting, termasuk Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, Kasdim 1609/Buleleng, Kepala Badan Kesbangpol, Camat Sukasada, Perbekel Panji Anom, dan Kelian Banjar Adat Batupulu.

Baca Juga:  Usulan dari Pelaku Wisata dan Dinas Pariwisata untuk Percepatan Masuknya Wisatawan Mancanegara ke Bali

Lihadnyana membacakan poin-poin yang terdapat dalam berita kesepakatan yang dibuat pada tanggal 31 Januari 2024. Dalam kesepakatan tersebut, pihak Gereja Paroki Santo Paulus Singaraja diminta untuk memenuhi sejumlah tuntutan, termasuk permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Banjar Adat Batupulu karena kurangnya sosialisasi dalam pembangunan kuburan umat Katolik di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Penjabat Bupati Buleleng Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah

“Pemerintah Kabupaten Buleleng meminta agar masyarakat menyelesaikan permasalahan ini dengan baik, dan saya juga mengajak masyarakat Buleleng untuk terus menjaga kedamaian dan toleransi antar umat beragama,” ujar Lihadnyana.

Sementara itu, Perwakilan Gereja Paroki Santo Paulus Singaraja, RD Agustinus Bere Lau, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat kekurangan sosialisasi terkait pembangunan kuburan umat Kristiani.

Di akhir acara, warga yang hadir menyatakan persetujuan terhadap keberadaan kuburan tersebut, namun menegaskan bahwa operasional baru dapat dilaksanakan setelah upacara guru piduka atau permohonan maaf secara agama Hindu.

Baca Juga:  Peringatan HUT Kemerdekaan RI di Kabupaten Buleleng, Evaluasi Pembangunan dan Potensi Ekonomi yang Kuat

Pihak Banjar Adat Batupulu pun akan berkoordinasi secara internal terkait upacara yang akan dilaksanakan. Acara tersebut dihadiri oleh prajuru adat, tokoh agama, dan warga Banjar Adat Batupulu Desa Panji Anom. Semua pihak berharap kesepakatan ini akan menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi yang baik untuk menjaga kerukunan dan kedamaian di Buleleng.(adv/ub)