UPDATEBALI.com, BULELENG – Penjabat Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, terus menegaskan komitmennya dalam upaya menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Buleleng.
Dalam sebuah acara Sosialisasi Penguatan Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi pada Kamis 22 Maret 2024, Lihadnyana mengungkapkan turunnya angka stunting dari 11 persen di tahun 2022 menjadi 2,7% di tahun 2023.
Menurutnya, menurunkan angka stunting adalah aspek krusial dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dalam sambutannya, Lihadnyana menekankan bahwa penanganan stunting harus dimulai jauh sebelum bayi lahir, bahkan sebelum seorang ibu mengandung. Menurutnya, hal ini membutuhkan perhatian menyeluruh terhadap berbagai faktor, seperti kemiskinan, infrastruktur dasar, dan inflasi. Upaya penurunan angka stunting tidak dapat dilakukan secara terpisah, melainkan harus melibatkan seluruh stakeholder termasuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Lihadnyana mengapresiasi peran BKKBN dan menegaskan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap program-program yang dijalankan oleh dinas KB. Dia berharap agar upaya ini dapat membawa Kabupaten Buleleng menuju tingkat angka stunting yang lebih rendah demi kemajuan daerah.
Selain itu, Lihadnyana juga menyoroti pentingnya program Keluarga Berencana dalam mendukung pertumbuhan anak-anak yang sehat, cerdas, dan berpendidikan. Dia menekankan bahwa peran tokoh adat dan tokoh agama juga sangat penting dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya program ini.
“Keberhasilan penurunan stunting adalah kontribusi dari seluruh stakeholder, termasuk BKKBN. Kami berkomitmen untuk memperkuat program Keluarga Berencana dan kesehatan reproduksi guna mendorong pertumbuhan manusia yang berkualitas di Buleleng,” kata Lihadnyana.
Dengan penekanan kuat pada penurunan angka stunting, Lihadnyana menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memajukan Kabupaten Buleleng menuju masa depan yang lebih cerah.(adv/ub)





