Piringan Cakram Motor Matic Mulai Rusak? Kenali Tanda dan Waktu Tepat Menggantinya

0
23
Piringan Cakram Motor Matic Mulai Rusak Kenali Tanda dan Waktu Tepat Menggantinya
Piringan Cakram Motor Matic Mulai Rusak Kenali Tanda dan Waktu Tepat Menggantinya. Sumber foto: Astra Motor Bali/Updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Astra Motor Bali memberikan panduan kepada pengguna sepeda motor matic Honda mengenai perawatan dan pemilihan piringan rem cakram. Komponen tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam sistem pengereman sehingga kondisinya perlu diperiksa secara berkala untuk menjaga performa rem dan keselamatan berkendara.

Menurut Hendra Sagita, Technical Training Instructor Astra Motor Bali, perawatan piringan cakram dapat dilakukan dengan memperhatikan sejumlah komponen pendukung sistem pengereman. Salah satunya dengan memeriksa kondisi kampas rem secara berkala, terutama setiap 6.000 kilometer.

“Kampas rem yang sudah aus sebaiknya segera diganti. Penggunaan kampas yang telah habis hingga menyisakan bagian besi dapat mempercepat kerusakan permukaan piringan cakram akibat gesekan. Astra Motor Bali juga menyarankan penggunaan Honda Genuine Parts (HGP) untuk menjaga kesesuaian komponen dengan spesifikasi kendaraan,” jelasnya.

Hendra Sagita menyebutkan, kebersihan piringan cakram juga perlu diperhatikan. Debu, lumpur, dan kotoran yang menempel dapat dibersihkan menggunakan air bersih atau brake cleaner. Kotoran yang mengandung pasir dan terjebak di antara kampas serta piringan berpotensi mempercepat keausan.

Baca Juga:  Astra Motor Bali Gelar Seleksi Tahap Pertama KLHN 2024 Regional

Selain itu, kondisi pin slide pada kaliper perlu dipastikan dapat bergerak dengan baik dan mendapatkan pelumasan menggunakan grease khusus. Kaliper yang tidak bekerja optimal dapat membuat tekanan kampas menjadi tidak merata sehingga piringan berisiko mengalami keausan pada bagian tertentu atau bergelombang.

Pengendara juga disarankan tidak langsung menyiram piringan cakram dengan air dingin ketika kondisinya masih panas, misalnya setelah perjalanan jauh atau melewati turunan panjang. Perubahan suhu secara mendadak dapat menyebabkan perubahan bentuk pada piringan.

Dalam memilih piringan cakram pengganti, Hendra Sagita mengimbau pengguna untuk menyesuaikan komponen dengan spesifikasi pabrikan. Honda Genuine Parts (HGP) dapat menjadi pilihan karena tersedia berdasarkan tipe kendaraan, seperti Honda BeAT, Vario, Scoopy, maupun PCX.

Baca Juga:  Dekatkan Layanan ke Konsumen, Astra Motor Bali dan AHASS Rajawali Motor Gelar Service Kunjung

Ketebalan dan ukuran piringan juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan. Astra Motor Bali menyebut piringan cakram pada sejumlah motor matic Honda umumnya memiliki ketebalan awal sekitar 3,3 hingga 3,7 milimeter, dengan batas minimum sekitar 3,0 milimeter. Diameter serta jarak dan jumlah lubang baut juga harus sesuai dengan spesifikasi kendaraan agar pemasangan tidak memerlukan modifikasi.

Dari sisi masa penggunaan, piringan cakram secara umum dapat digunakan sekitar 24.000 hingga 48.000 kilometer atau sekitar tiga sampai lima tahun dalam kondisi penggunaan normal. Namun, masa pakainya dapat berbeda tergantung gaya berkendara, intensitas pengereman, serta kondisi jalan.

Penggantian piringan perlu dipertimbangkan apabila ketebalannya telah berada di bawah batas minimum yang ditentukan. Pemeriksaan juga diperlukan ketika permukaan cakram mengalami keausan dalam, muncul bagian yang cekung atau bercoak, maupun ketika piringan mengalami perubahan bentuk.

Baca Juga:  New Honda Stylo 160 Tampil Lebih Elegan, Warna Burgundy Perkuat Nuansa Retro Mewah

Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah munculnya getaran pada tuas rem atau setang ketika melakukan pengereman pada kecepatan tertentu. Retakan halus pada permukaan cakram yang muncul akibat paparan panas berulang juga menjadi tanda bahwa komponen tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.

“Sistem pengereman adalah garis pertahanan utama keselamatan berkendara di jalan raya. Mengabaikan kondisi piringan cakram yang sudah aus atau rusak sangat berisiko menyebabkan rem blong dan mengancam keselamatan. Kami mengimbau para pengguna sepeda motor Honda untuk selalu melakukan perawatan berkala dan pemeriksaan komponen rem secara rutin di bengkel resmi AHASS Bali demi memastikan kondisi kendaraan selalu prima dan mendukung semangat #Cari_Aman di jalan raya,” ujar Hendra Sagita.(den/updatebali)