
UPDATEBALI.com, DENPASAR – Signify Indonesia resmi membuka Philips Lighting Store pertama di luar Pulau Jawa di Denpasar, Bali, Kamis 10 September 2026. Kehadiran toko konsep tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan menjawab perubahan kebutuhan pencahayaan masyarakat, seiring rumah kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga ruang kerja, area berkumpul, hingga tempat relaksasi.
Grand opening berlangsung di Atika Hall/Studio Denpasar dan menjadi langkah awal ekspansi Signify untuk menghadirkan Philips Lighting Store di berbagai daerah di Indonesia.
Presiden Director Signify Indonesia Dedi Bagus Pramono mengatakan Bali dipilih sebagai lokasi pertama di luar Jawa karena memiliki pertumbuhan sektor hunian, vila, resort, dan properti yang terus meningkat sehingga membutuhkan solusi pencahayaan yang semakin beragam.
“Hari ini kami membuka Philips Lighting Store pertama di luar Jawa, di Denpasar, Bali. Kami melihat Denpasar dan Bali pada umumnya adalah pasar yang sangat signifikan bagi kami karena pertumbuhan residential, resort, dan vila terus berkembang sehingga membutuhkan solusi pencahayaan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujar Dedi.
Menurutnya, perubahan fungsi rumah sejak masa pandemi menjadi salah satu alasan Signify memperluas konsep toko pencahayaan yang tidak hanya menjual produk, tetapi juga memberikan inspirasi bagi konsumen dalam merancang ruang.
“Rumah sekarang bisa menjadi tempat bekerja, tempat relaksasi, pusat aktivitas keluarga, hingga tempat beristirahat. Seiring perubahan itu, kebutuhan pencahayaan di dalam rumah juga ikut berubah,” katanya.
Dedi menjelaskan Philips menghadirkan berbagai pilihan pencahayaan, mulai dari lampu fungsional untuk aktivitas sehari-hari, lampu dekoratif yang memperkuat karakter ruang, hingga produk smart lighting yang dapat dikendalikan melalui telepon pintar.
Sementara itu, Burhan Noor Sahid, Head of Marketing – Consumer, Signify Commercial Indonesia menilai Bali memiliki karakter arsitektur yang unik karena memadukan budaya lokal dengan beragam desain hunian dari berbagai negara.
“Bali adalah area yang sangat menarik. Banyak investor membangun vila, bisnis, dan residensial dengan desain yang berbeda-beda. Itu menjadi tantangan bagi kami untuk menyediakan solusi pencahayaan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan setiap desain,” ujarnya.
Ia mengatakan Philips Lighting Store dirancang sebagai ruang pengalaman atau experience store, sehingga pengunjung dapat melihat langsung bagaimana pencahayaan bekerja dalam berbagai konsep ruangan.
Di dalam toko, tersedia sejumlah zona simulasi, mulai dari kamar tidur, ruang keluarga, ruang makan, dapur, hingga area hiburan, agar konsumen dapat membandingkan efek pencahayaan sesuai kebutuhan.
“Konsumen di Bali tidak cukup hanya melihat produk secara online. Mereka ingin melihat bagaimana cahaya bekerja di sebuah ruangan, menyentuh material produknya, lalu membayangkan apakah cocok dengan rumah yang akan mereka bangun,” jelas Burhan.
Selain menghadirkan pengalaman langsung, toko tersebut juga menyediakan layanan konsultasi bagi pemilik rumah, arsitek, desainer interior, maupun kontraktor yang ingin menentukan konsep pencahayaan sesuai desain bangunan.
Burhan menyebut lebih dari 200 produk baru diperkenalkan dalam pembukaan Philips Lighting Store di Denpasar. Produk tersebut mencakup tiga kategori utama, yakni functional lighting, decorative lighting, dan smart lighting.
Pada kategori smart lighting, Philips menghadirkan fitur yang memungkinkan lampu diatur melalui aplikasi di ponsel, termasuk pengaturan jadwal menyala dan mati secara otomatis, pengaturan tingkat kecerahan, hingga teknologi sinkronisasi warna lampu dengan tampilan televisi.
Melalui konsep experience store tersebut, Signify berharap Philips Lighting Store di Bali tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menjadi pusat inspirasi bagi masyarakat, pelaku industri properti, hingga desainer dalam menciptakan ruang yang lebih nyaman dan sesuai karakter hunian.(den/updatebali)


