PGTC 2026 Jadi Wadah Mahasiswa Kembangkan Inovasi Energi

0
28
PGTC 2026 Jadi Wadah Mahasiswa Kembangkan Inovasi Energi
Suasana Awarding pemenang Energynovation Ideas Competition (EIC) dan Energy Debate Championship (EDC), dua kompetisi nasional pada rangkaian Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026. Awarding bagi para pemenang ini sekaligus menjadi penutup kegiatan PGTC 2026 yang sudah digelar sejak kick off pada 21 Mei 2026 lalu. Sumber Foto : Pertamina / Updatebali

UPDATEBALI.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mengumumkan para pemenang Energy Debate Championship (EDC) dan Energynovation Ideas Competition (EIC) dalam rangkaian Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026.

Pengumuman tersebut dilakukan dalam acara Grand Final dan Awarding PGTC 2026 yang berlangsung di Auditorium MyPertamina, Universitas Pertamina, Jakarta, Rabu, 23 September 2026.

Mengusung tema “Energizing Acceleration for Future Impact”, PGTC 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas pemahaman mengenai isu energi sekaligus mendorong mereka menghadirkan gagasan dan solusi untuk menjawab tantangan energi di masa depan.

Setelah melalui rangkaian seleksi dan kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, EDC dan EIC melahirkan sejumlah pemenang dengan performa dan gagasan terbaik.

Pada EDC, kompetisi debat berbahasa Inggris dengan format British Parliamentary, peserta diuji dalam kemampuan menyusun argumentasi, berpikir kritis, melakukan riset, serta menyampaikan perspektif secara terstruktur terkait isu strategis di sektor energi.

Baca Juga:  KPK: OJK Teladan dalam Pencegahan Korupsi dan Penguatan Integritas

Sementara itu, EIC menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menuangkan gagasan inovatif dalam menjawab tantangan ketahanan energi dan transisi energi berkelanjutan. Melalui karya ilmiah dan ide yang dikembangkan, peserta menunjukkan kontribusi perspektif generasi muda terhadap masa depan energi Indonesia.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, mengatakan PGTC merupakan salah satu bentuk komitmen Pertamina dalam menyiapkan generasi muda yang unggul dan memiliki wawasan mengenai sektor energi.

“PGTC 2026 adalah bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki kapasitas, kreativitas, dan kepedulian yang besar terhadap masa depan energi. Melalui EDC, mereka mengasah cara berpikir kritis terhadap isu strategis, dan melalui EIC, mereka menghadirkan solusi inovatif yang relevan dengan tantangan transisi energi. Ini sejalan dengan semangat kami untuk terus mengakselerasi peran talenta muda sebagai motor penggerak ketahanan energi nasional yang berkelanjutan,” ujar Arya.

Baca Juga:  Optimis Raih Poin, Dua Crosser Astra Honda Siap Hadapi MXGP Lombok

Dalam kompetisi EDC, Universitas Indonesia keluar sebagai Champion melalui tim yang terdiri dari Carlsson Khovis dan Jared Tristan Wibisono. Posisi 1st Runner Up diraih Universitas Gadjah Mada melalui Yehezkiel Vito dan Komang Ayu Azka Pramesti Mahiswari Matsuzawa.

Universitas Pelita Harapan menempati posisi 2nd Runner Up melalui Beatrice Frederica Sungkono dan Timothy Sean Wahyudi. Sementara itu, Universitas Udayana meraih 3rd Runner Up melalui Theresa Angelica Hartono dan Annabelle Maureen Cherry Therestian.

Penghargaan Best Speaker EDC PGTC 2026 diberikan kepada Carlsson Khovis dari Universitas Indonesia.

Sementara itu, pada kompetisi EIC, posisi Champion diraih Faishal Muflih Irfanu Tsaqib dari Universitas Negeri Surabaya. Posisi 1st Runner Up diraih Aisyah Islami Puteri Dnaro dari Institut Teknologi Bandung, sedangkan 2nd Runner Up diraih M. Ihsan Fadhlurahman dari Universitas Gadjah Mada.

Penghargaan Best Presentation diberikan kepada Bryant Jusuf Nainggolan dari Universitas Diponegoro. Sementara itu, Mellanie Jasmine Reyfanita dari Universitas Indonesia meraih penghargaan Most Promising Idea.

Baca Juga:  30 Peserta Kompetisi Ide Bisnis Pertamuda Masuki Babak Demo-Day

Para pemenang EDC dan EIC juga mendapatkan berbagai bentuk apresiasi serta kesempatan pengembangan diri sebagai bagian dari rangkaian PGTC 2026. Salah satunya melalui program international exposure atau benchmarking bagi peraih posisi yang telah ditentukan dalam masing-masing kompetisi.

Lebih dari sekadar kompetisi, EDC dan EIC menjadi bagian dari upaya PGTC 2026 dalam membangun ekosistem pengembangan talenta muda yang terintegrasi. Melalui berbagai rangkaian kegiatan, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan, mengembangkan kapasitas, membangun jejaring, serta berinteraksi langsung dengan profesional dan pelaku industri energi.

Program tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik dan profesional sekaligus memahami berbagai tantangan yang dihadapi sektor energi, termasuk ketahanan energi dan transisi menuju energi berkelanjutan. (yud/updatebali)