spot_img
spot_img
BerandaBaliPesta Miras saat Nyepi, Warga di Joanyar Kena Tebas

Pesta Miras saat Nyepi, Warga di Joanyar Kena Tebas

UPDATEBALI.com, BULELENG – Peristiwa penganiayaan saat Hari Raya Nyepi terjadi di Banjar Dinas Kajanan, Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Seorang pria mengalami luka robek terbuka di bagian punggung setelah ditebas dengan pedang jenis samurai dalam insiden yang dipicu pesta minuman keras.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis 19 Maret 2026 sekitar pukul 15.00 Wita, bertepatan dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi. Kasus tersebut kini ditangani Polsek Seririt setelah korban melapor dan terduga pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti.

Kasi Humas Polres Buleleng IPTU Yohana Rosalin Diaz, atas seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, S.I.K., M.Si., M.T., M.Sc., saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut. Menurutnya, insiden bermula dari kegiatan minum minuman keras bersama yang kemudian berujung pertengkaran dan kekerasan.

Baca Juga:  Polda Aceh Amankan Lima Orang Diduga Terlibat Penembakan Pos Polisi

“Benar, telah terjadi tindak pidana penganiayaan di wilayah Banjar Dinas Kajanan, Desa Joanyar, Kecamatan Seririt. Terlapor sudah diamankan berikut barang bukti berupa satu bilah pedang jenis samurai, dan kasus ini sedang ditangani lebih lanjut oleh Polsek Seririt,” Terang dia, Jumat 20 Maret 2026.

Korban diketahui bernama Kadek Sastrawan (43) asal Banjar Dinas Kajanan, Desa Joanyar. Sementara terlapor adalah Komang Agus Sudiartawan (28) yang masih satu Banjar Dinas dengan korban.

Berdasarkan kronologis kejadian, insiden bermula saat korban menghubungi terlapor melalui pesan WhatsApp untuk mengajak minum minuman keras. Sekitar pukul 09.30 Wita, terlapor datang ke rumah korban dan minum bersama dua saksi, yakni Putu Kawit (60) dan Komang Supanca (50) serta sejumlah rekan lainnya.

Baca Juga:  TPID Gianyar Mantapkan Strategi Stabilitasi Harga Jelang Idul Fitri dan Nyepi

Dalam suasana berkumpul itu, korban disebut sempat menyinggung terlapor hingga membuat suasana memanas. Orang-orang yang berada di lokasi sempat berusaha menenangkan keadaan dan meminta agar persoalan tidak diperpanjang. Namun ketegangan berlanjut ketika terlapor mendatangi korban untuk menanyakan maksud ucapan yang dianggap menyinggung dirinya.

Cekcok pun tak terhindarkan. Setelah itu, terlapor sempat diminta pulang oleh teman-temannya. Namun situasi kembali memuncak saat korban yang masih emosi melempar kursi ke arah terlapor, meski tidak mengenainya. Korban juga disebut mengambil botol bir dan mengancam akan membunuh terlapor.

Baca Juga:  Kabupaten Buleleng Siap Laksanakan Tahap Pertama Imunisasi Polio, Targetkan 98.633 Sasaran

Terlapor kemudian berlari pulang ke rumahnya. Tidak lama berselang, ia kembali dengan membawa pedang jenis samurai dan langsung menebas korban satu kali hingga mengenai bagian punggung.

Aksi itu akhirnya dilerai oleh salah seorang warga, Putu Sugiana, sementara korban segera dibawa keluarganya ke RSUD Kabupaten Buleleng untuk mendapatkan perawatan medis.

“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek terbuka pada bagian punggung. Polisi yang menerima laporan kemudian mengamankan terlapor beserta barang bukti satu bilah pedang jenis samurai ke Polsek Seririt,” Tandasnya.(Dna/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments