spot_img
spot_img
BerandaNasionalPertamuda 2026 Jadi Tiket Mahasiswa Indonesia Menembus Pasar Startup Global

Pertamuda 2026 Jadi Tiket Mahasiswa Indonesia Menembus Pasar Startup Global

UPDATEBALI.com, BANDUNG – PT Pertamina (Persero) kembali memperkuat dukungannya terhadap pengembangan kewirausahaan muda melalui peluncuran Pertamuda Seed & Scale 2026. Program yang berfokus pada pembinaan startup mahasiswa tersebut diperkenalkan bersamaan dengan Kick Off Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis 21 Mei 2026.

Kehadiran Pertamuda Seed & Scale menjadi bagian dari upaya Pertamina membangun ekosistem inovasi yang mampu menjembatani ide-ide kreatif mahasiswa dengan kebutuhan industri dan pasar global. Berbeda dengan PGTC yang berorientasi pada edukasi dan peningkatan literasi energi, Pertamuda dirancang sebagai program akselerasi bisnis yang mendukung lahirnya startup berdaya saing internasional.

Mengusung tema “Beyond Borders: Membangun Global Network & Startup Ecosystem bersama Pertamuda”, kegiatan peluncuran diikuti ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang ingin memperluas wawasan mengenai dunia startup dan peluang kolaborasi lintas negara.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa Pertamuda merupakan bentuk nyata dukungan perusahaan dalam menciptakan ruang tumbuh bagi para inovator muda Indonesia.

“Pertamina Goes to Campus menjadi momentum kami untuk menyapa mahasiswa secara luas. Namun, melalui Pertamuda, kami mengerucutkannya menjadi aksi nyata pembinaan kewirausahaan. Pertamuda bukan sekadar kompetisi ide bisnis biasa, melainkan platform inkubasi agar inovasi generasi muda Indonesia tidak hanya berhenti di level lokal, melainkan mampu bersaing di tingkat nasional hingga menembus pasar global,” ujar Baron.

Baca Juga:  JKN Masih Bermasalah, Sekda Bali Dorong Perluasan Kepesertaan dan Penertiban Data

Sejak pertama kali digelar pada 2021, Pertamuda terus berkembang menjadi salah satu program startup mahasiswa terbesar di Indonesia. Hingga 2025, lebih dari 14 ribu mahasiswa dari sekitar 700 perguruan tinggi telah terlibat dalam program ini. Dari proses tersebut lahir ratusan startup serta komunitas alumni Preneurs (Pertamuda Raising Entrepreneurs Network) yang kini beranggotakan sekitar 180 entrepreneur muda.

Pada penyelenggaraan tahun 2026, Pertamina memperkuat jejaring internasional untuk membuka peluang yang lebih luas bagi peserta. Sejumlah startup alumni Pertamuda sebelumnya berhasil tampil pada berbagai ajang global, seperti Tokyo Global Innovation Challenge, Startup Grind Conference di Silicon Valley, hingga Fowler Global Social Innovation Challenge di Amerika Serikat.

Rangkaian Kick Off juga menghadirkan diskusi interaktif yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi industri, pelaku startup, dan alumni Pertamuda. Hadir dalam sesi tersebut antara lain VP Stakeholder Relations & Management Pertamina Rifky Rakhman Yusuf, Director Startup Grind Indonesia Andrea Varriale, Founder & CEO Taman School sekaligus Top 3 Pertamuda 2022 Risky Altaresh, serta CEO & Founder Terangin M. Hanif yang merupakan alumni Pertamuda 2025.

Baca Juga:  Universitas Udayana Sosialisasikan MBKM Kampus Mengajar Angkatan 6

Dalam kesempatan itu, Rifky Rakhman Yusuf menyoroti pentingnya akses bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi hingga ke tingkat global.

“Mahasiswa Indonesia tidak kekurangan ide kreatif atau pemecahan masalah yang cerdas. Tantangan terbesar mereka adalah jembatan menuju industri dan pasar global. Pertamuda hadir mengeliminasi batasan tersebut,” tegas Rifky.

Pandangan serupa disampaikan Andrea Varriale yang menilai potensi inovator muda Indonesia sangat kompetitif di tingkat internasional.

“Talenta muda Indonesia punya problem solving yang kuat. Dengan exposure internasional dari Pertamuda, inovasi mereka sangat siap bersaing di global ecosystem,” ungkap Andrea.

Dampak program ini juga dirasakan langsung oleh startup Terangin asal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Melalui proses inkubasi Pertamuda, startup tersebut berhasil memperoleh kesempatan mengikuti Fowler Global Social Innovation Challenge 2026 di Amerika Serikat.

Baca Juga:  Tabanan Modification Contest Rangkaian HUT Kota Tabanan ke-530, Wadah Penunjang Kreativitas Anak Muda

“Kami memulai ini dari ide sederhana di ruang kuliah dengan banyak keraguan. Namun, Pertamuda memberi kami mentor, validasi bisnis, dan membuka jalan ke panggung dunia. Ini membuktikan inovasi anak muda Indonesia diakui secara internasional,” lanjut Hanif.

Selain kompetisi, Pertamuda juga menyediakan pendampingan berkelanjutan melalui komunitas alumni Preneurs sehingga pengembangan bisnis peserta dapat terus berjalan setelah program berakhir.

Pada tahun ini, Pertamuda Seed & Scale membuka dua kategori utama, yakni Early Stage Startup dan Energy Founder. Para peserta akan memperoleh kesempatan mendapatkan pendanaan pembinaan, akses mentoring intensif, jejaring industri, hingga peluang mengikuti berbagai program internasional.

Untuk memperluas eksposur global peserta, Pertamina menggandeng sejumlah mitra internasional, antara lain Startup Grind, University of San Diego melalui Fowler Global Social Innovation Challenge, EMC Global Jepang, serta Musashino University Jepang.

Pendaftaran resmi Pertamuda Seed & Scale 2026 dijadwalkan dibuka pada awal Juni mendatang. Melalui program ini, Pertamina berharap semakin banyak inovasi karya mahasiswa Indonesia yang mampu berkembang dari lingkungan kampus menuju pasar global.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments