Sabtu, Juli 20, 2024
BerandaBaliPertama Kali, Undiksha Lantik 42 Orang Dokter

Pertama Kali, Undiksha Lantik 42 Orang Dokter

UPDATEBALI.com, BULELENGUniversitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) pertama kali melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter bagi 42 orang dokter angkatan pertama tahun 2018. Kegiatan ini dilakukan di Gedung Auditorium Undiksha, pada Rabu 19 Juni 2024.

Dari 44 mahasiswa yang memasuki pendidikan profesi dokter angkatan 2018, sebanyak 42 orang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan lolos dalam Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter (UKM PPD) baik OSCE maupun CBT.

Dimana rata-rata IPK yakni 3,73, yang mana IPK tertinggi berhasil diraih oleh dr. I Gusti Agung Mirah Puspitayani, S.Ked dengan IPK 3,87. Kemudian nilai UKM PPD OSCE tertinggi diraih oleh dr. Luh Made Karuni Kartikasari, S.Ked. Sedangkan, nilai UKM PPD CBT tertinggi diraih oleh dr. Bayu Pramana Suryawan Putra, S.Ked., dr. Ni Komang Ayu Mirah Widyantari, S.Ked., dr. Pande Putu Aristra Indra Pratama, S.Ked., dan dr. Rama Vinu Iswayan, S.Ked.

Baca Juga:  Enam OKP di Buleleng Pastikan Maksud Pernyataan Warek III Undiksha
Undiksha Lantik 42 Orang Dokter
Undiksha Lantik 42 Orang Dokter. Sumber foto: dna/ub

Rektor Undiksha Prof. Lasmawan menyampaikan, untuk pertama kalinya Undiksha melahirkan 42 orang dokter muda dari angkatan pertama. Dimana secara akumulatif tingkat kelulusan UKM PPD Undiksha jauh di atas rata-rata nasional, baik OSCE maupun CBTnya, sehingga ia optimis akreditasi prodi kedokteran bisa menuju unggul kedepan.

“Dengan kebersamaan, dengan pesaje semuanya mungkin di lakukan. Tapi ingat pesaje, bukan kepura-puraan,” Ujar dia.

Baca Juga:  Puan: Perlu Komitmen Bersama dalam Mengatasi Perubahan Iklim

Lebih lanjut, Prof. Lasmawan mengatakan berdasarkan study WHO, problem terbesar kesehatan dunia kedepan adalah keteriringan kemajuan teknologi kedokteran dengan abrasi moral para dokter. Maka, sebagai seorang dokter pemahaman dan keterampilan untuk menguasai teknologi kesehatan adalah sebuah keharusan.

“Kedepan mereka akan dihadapkan pada situasi pertaruhan moral kemanusiaan, akademik, dan teknologi kedokteran adalah jawabannya. Jadi, para dokter muda diingatkan untuk jangan pernah berhenti belajar karena belajar adalah hidup,” Tandas dia.(dna/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments