Peringati HUT ke-25 Laskar Bali Shanti di Besakih, Wagub Giri Prasta Tekankan Persatuan dan Hukum

0
34
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak Laskar Bali Shanti memperkuat persaudaraan, menjaga kedamaian, menaati hukum, serta meningkatkan pengabdian kepada masyarakat dalam momentum HUT ke-25 organisasi.
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak Laskar Bali Shanti memperkuat persaudaraan, menjaga kedamaian, menaati hukum, serta meningkatkan pengabdian kepada masyarakat dalam momentum HUT ke-25 organisasi. Sumber foto : Humas Pemprov Bali/updatebali

UPDATEBALI.com, KARANGASEM – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak seluruh anggota Laskar Bali Shanti menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 sebagai momentum memperkuat persaudaraan, menjaga kedamaian, serta meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Giri Prasta saat menghadiri syukuran HUT ke-25 Laskar Bali Shanti di Wantilan Pendopo Sri Kesari Warmadewa, kawasan Pura Agung Besakih, Karangasem, Jumat, 23 Oktober 2026.

Giri Prasta mengatakan, perjalanan organisasi selama seperempat abad hendaknya menjadi pijakan untuk semakin mematangkan karakter dan memperkuat kontribusi positif bagi masyarakat Bali. Ia menekankan bahwa kedamaian harus menjadi jati diri organisasi, sesuai dengan makna kata shanti yang berarti damai.

“Santi itu adalah damai. Apa pun yang terjadi, kita ingin tetap damai. Saya sangat mengapresiasi transformasi Laskar Bali Santi yang terus berproses menjadi organisasi yang mengedepankan kedamaian dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Giri Prasta.

Peringatan HUT ke-25 tersebut berlangsung melalui persembahyangan bersama dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas perjalanan organisasi. Giri Prasta juga mengapresiasi para peserta yang hadir mengenakan pakaian persembahyangan tanpa atribut organisasi kemasyarakatan.

Menurutnya, hal itu memiliki makna spiritual karena setiap orang di hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa hendaknya mengesampingkan ego dan kebesaran duniawi, serta mengutamakan ketulusan, persaudaraan, dan kedamaian.

Giri Prasta mengapresiasi perkembangan Laskar Bali Shanti yang telah melewati berbagai fase hingga mencapai usia 25 tahun. Ia menilai transformasi menuju organisasi yang mengedepankan kedamaian dan pengabdian membutuhkan komitmen, kepemimpinan, serta kebesaran hati seluruh anggota.

Baca Juga:  Grup Astra Bali Jalin Kolaborasi dengan PMI Bali dalam Program Donor Darah

Keterlibatan organisasi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, gotong royong, serta upaya menjaga keamanan lingkungan desa adat dinilai sebagai kontribusi positif yang perlu terus ditingkatkan.

Peran tersebut diharapkan memperkuat posisi Laskar Bali Shanti sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan kehidupan yang aman, harmonis, dan sejahtera.

Dalam kesempatan itu, Giri Prasta turut menyampaikan apresiasi kepada para tokoh dan pengurus organisasi, khususnya Ajik Alit atau Anak Agung Ketut Suma Wedanta dan Ajik Suma atau Anak Agung Gede Agung Suma Widana, atas kebersamaan serta dukungan yang telah terjalin.

“Terima kasih kepada Ajik Alit, Ajik Suma, seluruh pengurus, dan semeton sami. Saya bisa berdiri seperti sekarang ini juga tidak terlepas dari dukungan dan kebersamaan saudara-saudara semua,” ungkapnya.

Ia berpesan agar seluruh anggota senantiasa menjaga etika, bersikap rendah hati, dan memberikan teladan yang baik kepada masyarakat. Menurutnya, semakin besar sebuah organisasi, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan. Kebesaran organisasi hendaknya memperkuat kepedulian dan semangat pengabdian, bukan melahirkan kesombongan.

Giri Prasta juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas dan jati diri Bali di tengah dinamika globalisasi serta meningkatnya mobilitas masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kecintaan terhadap Bali harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang bertanggung jawab, menghormati hukum, dan menjunjung tinggi keharmonisan sosial.

“Bali harus tetap menjadi Bali. Bukan hanya dalam bentuk fisiknya, tetapi juga dalam jiwanya; bukan hanya dalam simbol-simbolnya, tetapi dalam nilai-nilai hidup yang mengakar dalam keseharian kita,” tegasnya.

Menurutnya, upaya menjaga Bali perlu dilakukan dengan kecerdasan, bukan semata-mata mengedepankan emosi. Setiap tindakan harus berlandaskan etika, kebersamaan, dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku.

Baca Juga:  Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Pengelolaan Perhotelan Unud Ikut Uji Kompetensi Keahlian

Ia berharap Laskar Bali Shanti terus memelihara nilai-nilai perjuangan, adat, tradisi, budaya, dan kearifan lokal dalam menjalankan organisasi. Seluruh anggota juga diajak mengutamakan musyawarah, menjaga persaudaraan, serta berkontribusi menyelesaikan persoalan masyarakat secara damai dan bertanggung jawab.

Peringatan HUT ke-25 Laskar Bali Shanti turut diisi dengan berbagai kegiatan sosial sebagai wujud kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan dimulai pada 3 Oktober 2026 melalui aksi donor darah dan pelepasan burung merpati sebagai simbol kepedulian kemanusiaan serta harapan akan kedamaian. Selanjutnya, pada 18 Oktober 2026, bakti sosial dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Bali untuk memperkuat solidaritas dan semangat berbagi.

Dalam acara syukuran di kawasan Pura Agung Besakih, Laskar Bali Shanti juga menyerahkan paket kebutuhan pokok dan uang tunai kepada 33 pemangku di lingkungan pura tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Giri Prasta turut menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp50 juta sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan dan pengabdian sosial.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan peringatan hari jadi organisasi bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk meningkatkan kepedulian dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sesepuh sekaligus Ketua Dewan Pengawas DPP Laskar Bali Shanti, Anak Agung Ketut Suma Wedanta atau Ajik Alit, mengajak seluruh anggota menjadikan HUT ke-25 sebagai momentum introspeksi diri, memperkuat komitmen organisasi, dan merawat persaudaraan.

Ia mengingatkan bahwa perjalanan selama seperempat abad perlu diiringi peningkatan kedewasaan, tanggung jawab, serta kemampuan menjaga etika dan kesantunan dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Siapkan Bantuan Pendidikan untuk Siswa Terdampak Banjir

Menurutnya, semakin besar organisasi, semakin besar pula tanggung jawab yang harus diemban. Karena itu, seluruh anggota diharapkan tetap rendah hati, menjaga solidaritas, dan mengutamakan kepentingan bersama.

Semangat persaudaraan yang telah terbangun selama 25 tahun diharapkan terus dipelihara sebagai kekuatan untuk memberikan kontribusi positif bagi Bali.

Sementara itu, Wakil Bupati Karangasem Wayan Pandu Prapanca Lagosa menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap Laskar Bali Shanti terus mengambil peran positif dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan masyarakat Bali. Semangat persaudaraan tersebut diharapkan diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, hubungan harmonis antarmanusia, serta penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual dan budaya Bali.

Menutup arahannya, Giri Prasta mengajak keluarga besar Laskar Bali Shanti memperkuat semangat pengabdian dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kedewasaan organisasi tidak hanya diukur dari usia dan jumlah anggota, tetapi juga dari kemampuannya menjaga ketertiban, merawat persaudaraan, menghormati hukum, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Perjalanan 25 tahun Laskar Bali Shanti diharapkan menjadi pijakan untuk membangun organisasi yang semakin matang, solid, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dengan menjunjung tinggi kedamaian, persatuan, dan kearifan lokal, Laskar Bali Shanti diharapkan terus berkontribusi dalam mewujudkan Bali yang aman, harmonis, dan ajeg, serta tetap berakar kuat pada adat, budaya, dan nilai-nilai luhur kehidupan masyarakat Bali.(yud/updatebali)