Perahu Nelayan di Pantai Seririt Ludes, Diduga Sengaja Dibakar

0
245
Kondisi perahu nelayan yang hangus terbakar di Pesisir Pantai Seririt, Buleleng. Sumber foto: Istimewa

UPDATEBALI.com, BULELENG – Salah satu perahu milik nelayan di Pesisir Pantai Seririt, Buleleng ditemukan dalam keadaan hangus terbakar, pada Senin 22 Januari 2024 sekitar pukul 16.00 Wita. Peristiwa itu diduga sengaja dibakar seseorang, bahkan dua perahu lainnya juga diduga hendak dibakar, namun gagal.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, awalnya korban Ketut Sudiasa (62) asal Jalan Udayana Kelurahan/Kecamatan Seririt, Buleleng menerima informasi dari menantunya Kadek Rita jika perahu miliknya yang sebelumnya ditaruh dipinggir Pantai Seririt telah terbakar.

Baca Juga:  Wna Inggris Lakukan Penganiayaan, Hakim Vonis 2,6 Tahun Penjara

Sehingga korban lantas langsung menuju ke lokasi kejadian, benar saja perahu miliknya ludes terbakar menjadi abu. Curiga akan hal itu, korban mencoba memperhatikan sekitar tempat kejadian perkara (TKP), ternyata perahu disebelahnya diduga nyaris menjadi bahan percobaan pembakaran, sebab tangki mesin terbuka dan disumpal kertas serta dibawahnya juga ditemukan ada bekas korek api kayu telah terbakar.

Baca Juga:  Pria Ini Terekam CCTV Mencuri di Toko Sembako Desa Tamblang

“Benar, Polsek Seririt sudah menjajagi TKP untuk melakukan penyelidikan dan menggali motif dugaan percobaan pembakaran perahu milik nelayan di Pantai Seririt. Sudah ada beberapa saksi dimintai keterangan,” ungkap Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Darma Diatmika, Selasa 23 Januari 2024.

Sementara, AKP Darma menyebut masih mendalami motif kasus ini. Selain itu, temuan bekas korek api kayu yang sudah terbakar hingga kertas yang diduga sengaja dipakai untuk menyumpal tutup tangki mesin akan didalami dengan melibatkan tim labfor.

Baca Juga:  Apresiasi Kreativitas Pelajar, Bupati Satria Tutup Festival Seni Spensapura dengan Pesan Inspiratif

“Kemungkinan kita akan melibatkan tim labfor terkait temuan bekas korek kayu dan kertas di TKP. Untuk kerugian diperkirakan sekitar Rp 13,9 Jutaan,” Tandas dia. (dna/ub)