
UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus menunjukkan komitmennya dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat, khususnya para lanjut usia (lansia).
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna secara langsung menyalurkan bantuan beras kepada para lansia di Kantor Lurah Lelateng, Selasa, 29 September 2026.
Dalam kesempatan tersebut, bantuan beras diserahkan kepada 23 lansia penerima manfaat di Kelurahan Lelateng. Secara keseluruhan, program penyaluran bantuan beras ini menyasar sebanyak 367 lansia kurang mampu dan terlantar di seluruh Kabupaten Jembrana.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan berharap ke depan penyediaan beras untuk bantuan masyarakat dapat dibeli langsung dari pabrik penggilingan lokal Jembrana. Menurutnya, langkah tersebut penting agar perputaran ekonomi daerah dapat tumbuh dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
“Kami berharap ke depan beras yang dibagikan kepada masyarakat ini bisa dibeli dari penggilingan lokal Jembrana, sehingga perputaran uangnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat kita sendiri. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban kebutuhan harian para lansia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Jembrana, dr. I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, menjelaskan bantuan beras tersebut disalurkan secara rutin untuk menjamin kebutuhan pangan harian para lansia penerima manfaat.
“Masing-masing lansia menerima bantuan beras sebanyak 15 kilogram per bulan. Alokasi ini memperhitungkan kebutuhan konsumsi harian lansia sebesar 200 gram per hari, sekaligus memberikan alokasi tambahan bagi keluarga atau kerabat yang membantu memasakkannya,” terangnya.
Ia menambahkan, program kepedulian terhadap lansia yang bersumber dari APBD Kabupaten Jembrana tersebut akan terus dijalankan secara maksimal. Program ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap lansia kurang mampu dan terlantar di Kabupaten Jembrana.
Melalui bantuan tersebut, Pemkab Jembrana berharap kebutuhan pangan para lansia penerima manfaat dapat terbantu, sekaligus memastikan kelompok masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah. (yud/updatebali)


