Pemkab Jembrana Peringati Tumpek Wayang, Ajak Warga Kurangi Sampah Plastik dan Jaga Kebersihan

0
22
Pemkab Jembrana mengisi perayaan Tumpek Wayang dengan persembahyangan bersama, sosialisasi rencana PLTS, pameran pertanian lokal, dan aksi bersih sampah sebagai upaya menjaga lingkungan serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
Pemkab Jembrana mengisi perayaan Tumpek Wayang dengan persembahyangan bersama, sosialisasi rencana PLTS, pameran pertanian lokal, dan aksi bersih sampah sebagai upaya menjaga lingkungan serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Sumber foto : Humas Jembrana/updatebali

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka memperingati Tumpek Wayang, mulai dari aksi bersih-bersih sampah, persembahyangan bersama, sosialisasi rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Budeng, hingga pameran hasil pertanian Jembrana.

Persembahyangan bersama dilaksanakan di Pura Kembar, Desa Budeng, Sabtu, 10 Oktober 2026, dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Jembrana, I Made Budiasa.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Forkopimda Jembrana, kepala OPD, perbekel, bendesa, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutan Bupati Jembrana yang dibacakannya, I Made Budiasa menyampaikan bahwa salah satu rencana yang sedang dikembangkan adalah pembangunan PLTS di Desa Budeng. Lokasi yang direncanakan merupakan lahan tambak tidak produktif seluas 89 hektare, terdiri atas 20 hektare aset Pemerintah Provinsi Bali dan 69 hektare yang masih berstatus sertifikat hak milik.

Menurutnya, rencana tersebut perlu dikaji secara saksama agar pemanfaatan energi matahari dapat berjalan selaras dengan penggunaan lahan dan kebutuhan masyarakat.

“PLTS memanfaatkan cahaya matahari untuk menghasilkan listrik. Pengembangan energi terbarukan dapat mendukung penyediaan energi yang lebih bersih dan membuka peluang kegiatan ekonomi. Namun, kapasitas pembangkit, teknologi, pembiayaan, serta sambungan dan pembelian listrik masih perlu ditentukan melalui kajian dan persetujuan pihak yang berwenang,” ucapnya.

Baca Juga:  Bupati Kembang Dorong Koperasi Jembrana Adaptif di Era Digital

Budiasa menjelaskan, sosialisasi tersebut merupakan bagian dari proses persiapan rencana pembangunan. Pemeriksaan dokumen tanah, kesesuaian tata ruang, kondisi tambak, aliran air, dampak lingkungan, dan kelayakan usaha perlu dilakukan sebelum keputusan pembangunan ditetapkan.

Ia juga meminta perangkat daerah terkait berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali, PLN, serta instansi berwenang lainnya. Kejelasan status dan batas aset, hak penggunaan lahan oleh pihak lain, saluran air, serta fungsi lingkungan harus menjadi perhatian. Pilihan konstruksi pun tidak boleh ditentukan hanya berdasarkan luas lahan yang tersedia.

Kepada masyarakat, Budiasa mengajak untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi di lapangan, termasuk genangan, saluran air, akses warga, penggunaan tambak, dan kegiatan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Jika terdapat kekhawatiran atau keberatan, masyarakat diharapkan menyampaikannya melalui forum maupun saluran resmi yang disediakan penyelenggara.

Tim penyusun rencana juga diminta mencatat, mengkaji, dan menanggapi setiap masukan yang disampaikan. Penggarap dan pekerja tambak apabila ada, kelompok perempuan, warga rentan, serta unsur desa adat perlu dilibatkan. Informasi mengenai hasil kajian dan perkembangan rencana juga harus disampaikan kembali kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami.

Baca Juga:  Perkuat Infrastruktur Dasar, Pemkab Jembrana Bangun SPAM untuk Dukung PSN Pengambengan

“Kita mengharapkan manfaat bagi daerah dan warga sekitar. Peluang pekerjaan, pelatihan, dan keterlibatan usaha lokal dapat dibahas sesuai kebutuhan proyek dan ketentuan yang berlaku. Akan tetapi, jangan menjanjikan jumlah pekerjaan, listrik gratis, atau pembagian pendapatan sebelum terdapat dasar, kemampuan, dan kesepakatan yang jelas,” harapnya.

Terkait pameran hasil pertanian, Budiasa menyampaikan apresiasi kepada para petani, kelompok tani, dan pelaku usaha yang menampilkan hasil produksi mereka. Menurutnya, setiap produk yang dipamerkan merupakan hasil ketekunan dalam mengolah lahan, merawat tanaman, menghadapi perubahan cuaca, serta menjaga mutu hasil panen.

Pameran tersebut diharapkan menjadi sarana pembelajaran sekaligus memperluas pemasaran produk pertanian lokal.

“Saya mengajak para pengunjung mengenal produk pertanian Jembrana, membeli produk lokal sesuai kebutuhan, dan membangun hubungan usaha yang saling menguntungkan. Bagi para peserta pameran, gunakan kesempatan ini untuk mendengar kebutuhan konsumen dan memperbaiki kualitas, kemasan, serta pelayanan,” tuturnya.

Baca Juga:  Tingkatkan Kompetensi, Peserta Pelatihan Kerja Jembrana Dilatih Berbahasa Jepang

Sementara itu, sehari sebelumnya, Jumat, 9 Oktober 2026, Pemkab Jembrana melalui DLHPKP melaksanakan kegiatan Tumpek Wayang Resik Sampah di sejumlah lokasi. Kegiatan tersebut meliputi area depan dan dalam Stadion Pecangakan, kawasan Civic Center Kantor Bupati, serta area parkir Pemkab Jembrana.

Aksi bersih-bersih lingkungan ini melibatkan 210 peserta sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Dari kegiatan tersebut, terkumpul 240 kilogram sampah organik dan 70 kilogram sampah anorganik, dengan total mencapai 310 kilogram.

Selain aksi bersih-bersih, ratusan tas ramah lingkungan juga dibagikan kepada masyarakat dan pedagang di Pasar Umum Negara. Bantuan tersebut merupakan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Cahaya Terang Bumi Lestari sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

Melalui pembagian tas tersebut, masyarakat dan pedagang diharapkan terbiasa membawa serta menggunakan tas ramah lingkungan sebagai alternatif pengganti kantong plastik.

Langkah sederhana ini menjadi salah satu upaya mengurangi timbulan sampah plastik sekaligus menjaga kebersihan lingkungan pasar.(yud/updatebali)