Pemkab Bangli Pangkas Rantai Distribusi Lewat Pasar Tani, Petani dan Warga Sama-Sama Untung

0
120
Pemkab Bangli menggelar Pasar Tani dalam rangka HUT Kota Bangli ke-822 guna menjaga stabilitas harga pangan dengan mempertemukan langsung petani dan masyarakat tanpa rantai distribusi panjang.
Pemkab Bangli menggelar Pasar Tani dalam rangka HUT Kota Bangli ke-822 guna menjaga stabilitas harga pangan dengan mempertemukan langsung petani dan masyarakat tanpa rantai distribusi panjang. Sumber foto : Humas Bangli

UPDATEBALI.com, BANGLI – Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan menggelar Pasar Tani dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bangli ke-822.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Bangli, Rabu, 13 Mei 2026, itu menjadi upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, mengatakan Pasar Tani digelar untuk memangkas rantai distribusi pangan yang selama ini dinilai terlalu panjang sehingga berdampak pada tingginya harga di tingkat konsumen.

Baca Juga:  Budayakan Pertanian Perkotaan untuk Ketahanan Pangan

“Kegiatan ini sesungguhnya bertujuan untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan. Biasanya, rantai pasar yang panjang menyebabkan harga di tingkat konsumen menjadi tinggi. Melalui Pasar Tani, kita memotong rantai tersebut,” ujar I Wayan Sarma di sela kegiatan.

Menurutnya, konsep Pasar Tani mempertemukan langsung produsen dengan pembeli. Dengan melibatkan petani dan kelompok pengolah pangan, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar umum.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Hadiri Karya Ngenteg Linggih, Wujudkan Sinergi Pemerintah dan Krama

Selain memberikan keuntungan bagi konsumen, kegiatan tersebut juga menjadi wadah pemasaran bagi para petani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk memperluas jangkauan penjualan produk lokal mereka.

Beragam produk pangan dijual dalam kegiatan tersebut, mulai dari bahan pangan segar, beras, telur, hingga produk olahan khas lokal seperti urutan dan kerupuk babi. Tidak hanya itu, sejumlah produk hasil olahan pangan lokal dari KWT binaan dinas terkait juga turut dipasarkan.

Baca Juga:  Wujudkan Indonesia Emas 2045, Pjs Bupati Jembrana Serukan Peran Pemuda dalam Pembangunan

I Wayan Sarma menegaskan, Pasar Tani bukan hanya kegiatan seremonial dalam rangka HUT Bangli, melainkan agenda rutin pemerintah daerah untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

“Secara rutin kita lakukan Pasar Tani seperti ini sebagai langkah nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan harga pangan bagi masyarakat Bangli,” pungkasnya.(yud/ub)