Pemkab Badung Pacu Infrastruktur Strategis 2027, Pembiayaan Proyek Prioritas Mulai Dimatangkan

0
162
Bupati Wayan Adi Arnawa saat menerima manajemen PT. SMI di Rumah Jabatan Bupati, Puspem Badung, Kamis (27/8).
Bupati Wayan Adi Arnawa saat menerima manajemen PT. SMI di Rumah Jabatan Bupati, Puspem Badung, Kamis (27/8). Sumber foto : Humas Badung/updatebali

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung mulai mematangkan strategi pembiayaan untuk mempercepat pembangunan sejumlah infrastruktur strategis yang ditargetkan berjalan pada 2027.

Salah satu langkah yang ditempuh yakni menjajaki pengajuan pinjaman daerah tahap kedua kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI).

Pembahasan mengenai rencana tersebut dilakukan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama jajaran manajemen PT SMI di Rumah Jabatan Bupati, Puspem Badung, Kamis, 27 Agustus 2026.

Pertemuan itu turut dihadiri Sekda Badung IB Surya Suamba, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Luh Suryaniti, Asisten Perekonomian dan Pembangunan I Made Agus Aryawan, sejumlah kepala OPD terkait, serta jajaran PT SMI yang terdiri dari Kepala Divisi Pembiayaan Publik Adri Asmoro L.P, Fiscal & Project Analyst/Senior Manager Divisi Pembiayaan Sektor Publik Satria Pramata dan Relationship Manager Elia Benny.

Bagi Pemkab Badung, komunikasi dengan PT SMI menjadi bagian dari upaya memastikan proyek strategis memiliki perencanaan teknis sekaligus skema pembiayaan yang terukur.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan kebutuhan pembangunan infrastruktur harus dipersiapkan sejak awal, termasuk dari sisi pembiayaannya.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Dukung Penuh Pelestarian Budaya Lewat Lomba Ogoh-Ogoh di Desa Adat Kapal

“Pertemuan ini menjadi wadah penting untuk membangun komunikasi dan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Badung dengan PT SMI. Kami ingin memastikan kebutuhan pembangunan infrastruktur strategis dapat direncanakan secara matang, baik dari sisi teknis maupun skema pembiayaannya,” ujar Adi Arnawa.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah rencana melanjutkan tembusan Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Barat menuju kawasan Canggu.

Kepadatan permukiman di sekitar Banjar Batu Culung, Kerobokan Kaja menjadi salah satu pertimbangan Pemkab Badung dalam menentukan konsep pembangunan. Pemerintah daerah melihat pembangunan jalan bawah tanah atau underpass sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi potensi persoalan sosial akibat pembebasan lahan.

“Untuk menghindari akses sosial di sepanjang Gatot Subroto Barat yang pemukimannya sangat padat, tidak menutup kemungkinan kami akan membuat jalan di bawah tanah (underpass) menuju Canggu dan sekitar,” tegas Adi Arnawa.

Konsep tersebut diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan konektivitas kawasan tanpa harus melakukan pembebasan lahan dalam skala besar pada wilayah yang sudah padat permukiman.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Rayakan May Day dengan Sentuhan Seni dan Kolaborasi 85 Perusahaan

Selain pembangunan fisik, Pemkab Badung juga tengah melihat alternatif pengelolaan lalu lintas di koridor Gatsu-Canggu-Munggu. Salah satu opsi yang mencuat adalah penerapan Electronic Road Pricing (ERP) atau sistem jalan berbayar secara elektronik.

ERP dirancang tidak semata sebagai instrumen untuk mengendalikan volume kendaraan, tetapi juga sebagai sumber pembiayaan mandiri atau yield capture. Pendapatan dari skema tersebut nantinya dapat diarahkan untuk mendukung pembayaran kembali pinjaman pembangunan infrastruktur.

Pemkab Badung juga membuka peluang melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pengelolaan jalur express berbayar. Sementara itu, akses jalan eksisting yang digunakan masyarakat tetap direncanakan tanpa pungutan.

Dalam pembahasan tersebut, Adi Arnawa juga menyampaikan rencana jangka panjang pembangunan Stadion Internasional Multiguna berskala besar.

Berbeda dengan pola pembiayaan yang sepenuhnya mengandalkan APBD, proyek tersebut diarahkan untuk dapat melibatkan sponsorship dan investasi pihak swasta. Skema ini dinilai dapat membuka ruang bagi pembangunan fasilitas berskala besar tanpa memberikan beban penuh terhadap keuangan daerah.

Baca Juga:  Bangun Karakter Peduli Lingkungan Sejak Dini, Siswa SD Wisata Edukasi ke TPA Peh

Dari sisi PT SMI, peluang pembiayaan untuk proyek infrastruktur di Badung masih terbuka untuk dibahas. Namun, setiap proyek tetap harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah, karakter proyek dan prinsip kehati-hatian.

Kepala Divisi Pembiayaan Publik PT. SMI, Adri Asmoro, mengatakan pertumbuhan ekonomi dan aktivitas pariwisata membuat kebutuhan infrastruktur di Badung terus berkembang.

“Kami melihat Kabupaten Badung memiliki kebutuhan infrastruktur yang cukup besar seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan aktivitas pariwisata. PT. SMI terbuka untuk mendiskusikan skema pembiayaan yang sesuai dengan karakter proyek, kemampuan fiskal daerah, serta prinsip kehati-hatian dalam pembiayaan publik,” kata Adri Asmoro.

Sebelum masuk ke tahap pelaksanaan, PT SMI meminta Pemkab Badung terlebih dahulu menyempurnakan berbagai kajian. Hal tersebut mencakup aspek teknis, regulasi hingga kelayakan investasi masing-masing proyek.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan rencana percepatan infrastruktur yang disiapkan Badung untuk 2027 memiliki dasar perencanaan yang kuat sekaligus skema pembiayaan yang berkelanjutan.(den/updatebali)