Pemerintah Jembrana Sambut Program Green Mangrove Action PTK dengan Penanaman 5.500 Bibit Mangrove

0
463
Pemerintah Jembrana Sambut Program Green Mangrove Action PTK dengan Penanaman 5.500 Bibit Mangrove. Sumber Foto: Humas Jembrana

UPDATEBALI.com, JEMBRANA — Pemerintah Kabupaten Jembrana menyambut positif peluncuran Green Mangrove Action Program (MAP) yang diinisiasi oleh PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) pada Senin, 19 Agustus 2024.

Acara tersebut dilaksanakan di kawasan mangrove KTH Lindu Segara Tanjung Pasir, Desa Tuwed, Melaya, dan mencakup peresmian rumah pembibitan mangrove dengan kapasitas 5.000 bibit serta penanaman 5.500 bibit mangrove jenis Rhizophora Mucronata.

Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTK di bawah pilar Pertamina Transko Care Environment, yang berfokus pada pelestarian lingkungan. Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, yang diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dewa Gede Ary Candra Wisnawa, menyatakan bahwa kegiatan ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi konservasi lingkungan, pengembangan ekowisata, serta rehabilitasi lahan pesisir.

Baca Juga:  Harmoni Alam dan Nyomiang Bhuta Kala, Tawur Agung Kesanga Jembrana Berlangsung Khidmat

“Kegiatan ini adalah salah satu bentuk pengembangan masyarakat dalam memperbaiki lingkungan pesisir. Dengan berkembangnya mangrove, pantai dapat menjadi lebih asri dan berpotensi menjadi destinasi wisata baru,” ujar Wisnawa. Pemkab Jembrana berkomitmen untuk terus menjaga dan memperbaiki ekosistem pesisir, dengan melibatkan masyarakat dan dunia usaha dalam kegiatan penanaman bibit mangrove serta edukasi tentang pentingnya ekosistem mangrove.

Baca Juga:  Bupati Kembang Apresiasi PNM, Janji Terus Dukung UMKM Jembrana Berkembang

Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental, I Ketut Laba, menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mencegah abrasi pantai dan mendukung ekosistem karbon biru. “Kami berkomitmen untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah pesisir, serta mendorong ekowisata dan pemberdayaan masyarakat lokal,” jelas Ketut Laba.

Program Green Mangrove Action ini juga melibatkan kolaborasi dengan kelompok binaan, komunitas lingkungan, pemuda, dan masyarakat lokal untuk mencapai keberhasilan kegiatan tersebut. (yud/ub)