
UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Persiapan menuju ajang utama kompetisi selancar di Padang Padang berlangsung menarik setelah para surfer menjalani sesi pemanasan dalam kondisi ombak yang mencapai 4–6 kaki, Kamis 13 Agustus 2026.
Sesi tersebut menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menguji kondisi laut sekaligus mempersiapkan strategi sebelum memasuki pertandingan utama. Meski gelombang sempat menunjukkan kualitas yang baik, kondisi swell dinilai belum cukup konsisten untuk menggelar pertandingan penuh.
Pertandingan utama membutuhkan sedikitnya enam jam kondisi ombak yang memadai. Namun, pada sesi pemanasan tersebut, kondisi yang benar-benar ideal hanya bertahan sekitar tiga jam hingga mendekati pasang tinggi.
Ketika arah swell, angin dan pasang berada dalam kondisi yang mendukung, para surfer langsung memanfaatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan di atas gelombang. Padang Padang pun menjadi arena bagi para atlet untuk menguji keberanian, teknik, kecepatan membaca ombak dan kemampuan melakukan manuver.
Sesi pemanasan diawali oleh para surfer putri. Selama sekitar satu jam, mereka beradu kemampuan menghadapi gelombang dengan karakter reef break yang menuntut teknik dan keberanian tinggi.
Lucy Darragh, surfer berusia 16 tahun, menjadi salah satu atlet yang mencuri perhatian. Ia tampil agresif bersama Vaihitimahana Inso yang memperlihatkan kemampuan tube riding khas Hawaii.
Sementara itu, Kya Heuer yang tumbuh di kawasan Mentawai menjadi satu-satunya regular-footer dalam kelompok surfer putri. Ia menunjukkan pendekatan backhand yang berani ketika masuk ke dalam barrel.
Penampilan tersebut sekaligus memperlihatkan persaingan yang semakin terbuka di kelompok putri, termasuk peluang munculnya pemenang baru dengan karakter gaya surfing yang berbeda.
Persaingan kemudian berlanjut melalui dua heat pemanasan kategori putra. Para surfer dibagi ke dalam dua kelompok untuk memaksimalkan waktu yang tersedia di tengah kondisi ombak yang terbatas.
Juara bertahan Westen Hirst tampil meyakinkan dengan kemampuan membaca gelombang dan memilih momen yang tepat untuk melakukan manuver.
Bruce Irons juga memperlihatkan kemampuan yang mengingatkan pada penampilannya di Padang Padang pada 2016. Pengalaman para surfer senior tersebut berpadu dengan talenta generasi baru seperti Ocean Lancaster, Rajo Saputra dan Varun Tandjung.
Dua kali juara Made Adi Putra juga memanfaatkan pemahamannya terhadap karakter ombak setempat untuk mendapatkan sejumlah gelombang terbaik.
Sesi pemanasan ini menjadi gambaran awal mengenai persaingan yang berpotensi berlangsung ketat ketika pertandingan utama benar-benar dimulai.
Dari sisi kompetisi olahraga, kondisi alam menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan jalannya pertandingan selancar. Panitia tidak hanya mempertimbangkan ukuran gelombang, tetapi juga konsistensi swell, arah angin dan pasang agar pertandingan berlangsung dalam kondisi yang layak dan adil bagi seluruh atlet.
“Sayangnya, swell datang lebih dari arah Selatan dan ukurannya lebih kecil dari yang diprediksi. Jadi kami memutuskan untuk tidak menjalankan Main Event demi menjaga integritas event, sekaligus memberikan kesempatan kepada seluruh surfer undangan untuk melakukan pemanasan di kondisi ombak terbaik yang tersedia,” ujar Harry Mann Contest Director.
Meski pertandingan utama belum digelar, sesi pemanasan memberikan kesempatan kepada para atlet untuk beradaptasi dengan kondisi laut dan menunjukkan kemampuan mereka.
“Meski begitu, kami sangat senang mendapatkan jendela waktu tiga jam dengan kondisi yang luar biasa. Ini memberi kami kesempatan pertama untuk melihat salah satu daftar surfer undangan paling menarik yang pernah kami miliki. Heat wanita benar-benar menjadi highlight, ombaknya firing dan para surfer wanita benar-benar charging. Ini adalah preview yang luar biasa dari apa yang akan kita saksikan ketika Main Event dimulai.”
Perhatian selanjutnya tertuju pada kondisi gelombang berikutnya. Official Event Forecaster, Swellnet, memperkirakan Kamis, 20 Agustus menjadi salah satu peluang munculnya swell signifikan di kawasan Padang Padang.
Energi S/SW yang mulai terbentuk di Samudra Hindia diperkirakan berpotensi menghadirkan gelombang yang lebih kuat dan konsisten. Kondisi tersebut menjadi faktor penting bagi penyelenggara untuk menentukan waktu pelaksanaan pertandingan utama.
Dari sisi olahraga, perubahan kondisi laut akan menjadi tantangan tersendiri bagi para surfer. Atlet tidak hanya dituntut memiliki teknik tinggi, tetapi juga kemampuan membaca situasi, memilih gelombang dan beradaptasi dengan perubahan kondisi di arena pertandingan.
Daftar surfer undangan 2026
Putra – Internasional
- Taj Burrow (AUS)
- James Kusitino (FJI)
- Tosh Tudor (USA)
- Craig Anderson (AUS)
- Hughie Vaughan (AUS)
- Mason Ho (HAW)
- Lukas Skinner (GBR)
- Ocean Lancaster (AUS)
Putra – Indonesia
- Westen Hirst
- Ketut Agus
- I Made Pajar Ariyana
- Tommy Sobry
- Dylan Wilcoxen
- Made Adi Putra
- Rajo Saputra
- Varun Tandjung
Putri – Internasional
- Ruby Berry (AUS)
- Vaihitimahana Iso (HAW)
- Sky Brown (GBR)
- Lucy Darragh (AUS)
Putri – Indonesia
- Jasmine Studer
- Kya Heuer
- Taina Izquierdo
- Paris Nalendra (*/updatebali)


