UPDATEBALI.com, DENPASAR – Mustomi, salah satu pedagang alat dapur di Pasar Badung, mengaku lega setelah mobil dagangannya yang sempat terendam banjir di area parkir basement akhirnya berhasil dievakuasi.
Meski kerugian ditaksir mencapai Rp30–40 juta, ia tetap bersyukur karena kendaraannya bisa kembali.
“Awalnya saya masih harap-harap cemas karena mobil tidak kelihatan. Tiga hari saya menunggu sampai akhirnya ditelepon untuk segera datang melihat kondisi mobil. Waktu itu perasaan campur aduk, sedih sekaligus senang karena mobil akhirnya bisa diangkat,” ungkap Mustomi kepada awak media, Sabtu 13 September 2025.

Ia menceritakan, saat hujan deras mengguyur Denpasar pada awal pekan, tak pernah terpikir banjir akan merendam basement Pasar Badung.
“Biasanya hujan seharian pun tidak masalah. Tapi kali ini berbeda, hujan semalam saja sudah bikin banjir,” ujarnya.
Mustomi yang berjualan sejak pukul 16.00 WITA hingga malam hari itu sehari-hari menjajakan berbagai perlengkapan dapur seperti pisau, cobek, dan panci di pelataran pasar. Ia menilai kerugian akibat peristiwa tersebut cukup besar, terutama karena mobil yang biasa dipakai mengangkut dagangan membutuhkan perbaikan serius.
Meski begitu, Mustomi berharap pemerintah daerah hingga pusat dapat memberikan perhatian lebih agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Mudah-mudahan ini yang terakhir, jangan sampai ada lagi banjir seperti ini,” katanya.
Ia juga merasa terharu setelah mendengar bahwa Presiden Prabowo sempat meninjau lokasi banjir di Denpasar.
“Walaupun saya belum sempat bertemu langsung, rasanya senang sekali mendengar ada perhatian dari pemerintah pusat,” tuturnya.(den/ub)





