UPDATEBALI.com, Jembrana – Pasca Banjir yang terjadi beberapa hari lalu, warga di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara mulai keluhkan gatal-gatal pada kaki. Pasalnya, pemukiman rumah warga sampai saat ini masih digenangi air pasca banjir hingga setinggi lutut orang dewasa.
Tingginya curah hujan yang terjadi sejak Minggu sore hingga Senin dini hari (21/3/2022) kemarin, menyebabkan ratusan rumah warga terendam banjir. Sampai saat ini ada sekitar 200 rumah yang masih tergenang air, dari sebelumnya 400 rumah yang terendam banjir.
Katimin, (58) warga Dusun Munduk, Desa Pengambengan menuturkan, beberapa warga saat ini sudah mulai mengalami gatal – gatal pada telapak kaki hingga jari kaki, akibat air yang masih merendam rumah warga.
“Kaki saya mulai gatal – gatal, tarasa krenyeng – krenyeng, seperti kutu air,” keluhnya. Selasa, (22/3/2022).
Hal senada juga di sampaikan Miswan, (60). Ia mulai merasakan gatal – gatal pada kaki. Menurutnya, genangan air yang sudah tiga hari tidak surut-surut ini akan berdampak buruk pada kesehatan.
“Ini air dari utara dataran tinggi, air sawah, ada kadang hewan juga. Kalau surutnya bisa sampai seminggu lebih, harus cepat ditangani,” katanya.
Sementara Perbekel Desa Pengambengan Kamaruzzaman mengatakan, saat ini pihaknya dibantu BPBD sudah melakukan penyedotan dirumah warga, untuk mengurangi genangan air. Menurutnya, genangan air yang belum surut hingga saat ini di karenakan sodetan-sodetan saluran ke laut itu belum ada. “Kami dengan aparat desa dibantu BPBD berusaha membuang air tesebut ke selokan, supaya air bisa cepat surut. “Terangnya.
Disamping itu, pihaknya juga akan terus memantau kondisi warganya. Jika memang terjadi gangguan kesehatan warga, seperti gatal-gatal, termasuk muncul jentik nyamuk. Pihaknya akan berkordinasi dengan dinas kesehatan untuk penanganan.
“Kami mohon pada dinas kesehatan nanti, agar bisa mengkondisikan” harapnya. (nal/ub)





