Ngaben Massal di Jagapati Digelar Gotong Royong, Bupati Badung Apresiasi Semangat Krama

0
121
Semangat kebersamaan krama Desa Adat Jagapati dalam melaksanakan upacara Pitra Yadnya secara massal mendapat apresiasi dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.
Semangat kebersamaan krama Desa Adat Jagapati dalam melaksanakan upacara Pitra Yadnya secara massal mendapat apresiasi dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Sumber foto: Humas Badung/Updatebali

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Semangat kebersamaan krama Desa Adat Jagapati dalam melaksanakan upacara Pitra Yadnya secara massal mendapat apresiasi dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.

Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri rangkaian Ngaben Kinembulan, Ngaben Ngerit, dan Atma Wedana yang digelar secara gotong royong oleh masyarakat Desa Adat Jagapati, Kecamatan Abiansemal, Badung, Senin 31 Agustus 2026.

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan kuatnya komitmen masyarakat dalam menjaga keberlangsungan adat, agama, tradisi, dan budaya Bali.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa mengapresiasi kebersamaan krama Desa Adat Jagapati yang menggelar karya Pitra Yadnya secara massal. Menurutnya, tradisi gotong royong ini menjadi wadah memperkuat persatuan dan rasa nyama braya.

Baca Juga:  Unik dan Menarik, Peserta Upacara HUT Kemerdekaan RI ke -78 di Kabupaten Tabanan Kenakan Atribut Pejuang Kemerdekaan

“Pelaksanaan karya seperti ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Bali masih tetap kuat. Selain sebagai bentuk bakti kepada leluhur, karya Pitra Yadnya ini juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan serta menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita,” ujarnya.

Adi Arnawa menyatakan bahwa kemajuan ekonomi harus berjalan seiring dengan pelestarian kearifan lokal. Pemkab Badung berkomitmen terus memfasilitasi kegiatan adat melalui APBDes maupun bantuan hibah daerah, namun wajib mematuhi regulasi yang berlaku.

“Pemerintah Kabupaten Badung memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung kegiatan adat, agama, dan budaya masyarakat. Namun dalam penyaluran bantuan, kita tetap harus mengikuti mekanisme, tahapan, dan aturan yang berlaku agar semuanya berjalan secara transparan, akuntabel, dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” tegasnya.

Baca Juga:  Tempat Tes PCR di Beijing Dipadati Massa

Sementara itu, Manggala Karya sekaligus Ketua Panitia, menjelaskan bahwa Ngaben Ngerit Massal merupakan agenda rutin setiap lima tahun sekali demi efisiensi dan pelestarian adat di tengah modernisasi. Seluruh sarana upakara dikerjakan secara mandiri oleh krama desa.

“Pengabenan Ngerit ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali dan digerakkan sepenuhnya oleh kesadaran serta semangat gotong royong krama. Seluruh sarana upakara dan uparengga dikerjakan secara mandiri oleh krama desa sebagai wujud kebersamaan,” ungkapnya.

Panitia juga memaparkan transparansi dana yang bersumber dari urunan krama sebesar Rp 107.100.000, punia donatur Rp 130.000.000, serta bantuan APBDes senilai Rp 310.000.000. Rangkaian upacara sendiri telah berjalan selama tiga bulan, di mana prosesi Pengaskaran dijadwalkan pada 2 September dan puncak Ngaben pada 3 September 2026.

Baca Juga:  Pemkab Badung Hadirkan Dukungan Nyata di Tengah Karya Yadnya Warga Darmasaba

“Harapan kami, tradisi ini tetap dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Di tengah tantangan modernisasi, kita harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas, adat, dan budaya Bali yang menjadi jati diri kita,” pungkasnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh anggota DPRD Provinsi Bali I Made Bawa, Anggota DPRD Badung I Gede Budiyoga, Plt. Camat Abiansemal, Perbekel Jagapati, serta tokoh masyarakat setempat.(den/updatebali)