Merokok Hambat Penyembuhan Patah Tulang

0
135

UPDATEBALI.com – Ada sejumlah hal yang bisa menghambat penyembuhan kondisi patah tulang atau fraktur dan salah satunya merokok, ungkap Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi dari RS Pusat Otak Nasiona, dr. Muhammad Adib Khumaidi, Sp.OT

“Merokok dapat merusak pembuluh darah dan menurunkan sirkulasi darah, ” ujar dia yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia (PABOI) itu dalam sebuah webinar kesehatan, Senin (04/4/2022).

Hal yang juga menjadi penghambat penyembuhan fraktur yakni pergerakan tulang yang cedera, kondisi kesehatan karena diabetes, gangguan hormon atau penyakit pembuluh darah, fraktur yang berat, rumit dan terinfeksi, usia lanjut dan usia lanjut.

Baca Juga:  Nusa Penida Kini Punya Ambulans Laut, Dilengkapi Ventilator hingga Monitor Jantung

“Penatalaksanaan kondisi fraktur pada pasien dengan etiologi penyebab ini maka harus ditangani juga hal-hal yang bisa mempengaruhi penyembuhan fraktur ini,” kata Adib.

Dalam penyembuhan, ada risiko gangguan yang bisa dipengaruhi lokasi, jenis fraktur, vaskularisasi, fragmen fraktur, imobilitas, adanya infeksi, penyakit metabolik, nutrisi dan obat-obatan.

Adib mengatakan, sekitar 10 persen fraktur menunjukkan gangguan penyembuhan. Kasus-kasus yang muncul infeksi terjadi paling banyak pada kondisi fraktur tulang tibia terbuka.

Baca Juga:  PLN dan Sumitomo Kolaborasi Percepat Transisi EBT di Indonesia

Fase penyembuhan fraktur meliputi terbentuknya inflamasi, pembentukan tulang rawan dari sel induk, penggantian tulang rawan menjadi tulang, fase remodelling. Pasien perlu memahami fase ini untuk tahu kapan boleh kembali melakukan mobilisasi.

“Pertanyaan pasien, kapan bisa lepas tongkat, boleh langsung gerak?. Sangat dipengaruhi fase penyembuhan fraktur dan ini juga akan berbeda pada kondisi klinis yakni tertutup atau terbuka, usia. Artinya pasien anak-anak dengan orang dewasa berbeda pada lamanya penyembuhan fraktur,” jelas Adib.

Baca Juga:  Terkait Cawapres, Ganjar Pranowo Menyatakan Siap Dipasangkan dengan Tokoh Lainnya

Dia menambahkan, penyembuhan fraktur yang melambat bisa menyebabkan morbiditas dan menjadi beban ekonomi karena mengurangi produktivitas pasien serta membuat mereka harus kontrol rutin ke rumah sakit.(ub/antara)